![]() |
| Dokumentasi penyampaian tuntutan dari aliansi mahasiswa FKTI terkait persoalan pendidikan di Indonesia |
KUDUS, PARIST.ID – Aliansi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menyampaikan lima tuntutan terkait persoalan pendidikan di Indonesia. Penyampaian sikap tersebut berlangsung pada Rabu, (19/8/2026) di LAB Lantai 5 UIN Sunan Kudus.
Lima tuntutan yang disampaikan meliputi peningkatan kesejahteraan guru, kepastian arah kurikulum, kejelasan masa depan lulusan sarjana pendidikan, penyederhanaan beban administrasi guru, serta perhatian terhadap anggaran pendidikan.
Penyampaian tuntutan tersebut menjadi bentuk perhatian mahasiswa FTIK terhadap kondisi tenaga pendidik dan arah kebijakan pendidikan. Mahasiswa menilai sejumlah persoalan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan profesi guru sekaligus kualitas pendidikan di Indonesia.
![]() |
| Dokumentasi aksi aliansi mahasiswa pada penyampaian tuntutan |
Tuntutan pertama berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan guru. Aliansi meminta pemerintah memastikan guru memperoleh penghasilan yang layak, pasti, dan tepat waktu, termasuk memberikan kepastian kesejahteraan bagi guru non-ASN dan tenaga honorer.
Kedua, mahasiswa menuntut adanya kepastian arah kurikulum. Aliansi menilai kebijakan kurikulum perlu memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan agar tidak menambah beban guru. Mahasiswa juga mendorong agar guru dilibatkan dalam proses penyusunan maupun evaluasi kurikulum.
Selanjutnya, mahasiswa menyoroti masa depan lulusan sarjana pendidikan. Aliansi meminta agar kebutuhan tenaga pendidik di sekolah dan berbagai daerah diikuti dengan pembukaan formasi yang memadai. Lulusan sarjana pendidikan juga dinilai perlu memperoleh jalur rekrutmen dan pengembangan karier yang jelas.
Tuntutan keempat menyangkut beban administrasi guru. Mahasiswa mendorong penyederhanaan laporan dan perangkat pembelajaran agar guru dapat lebih fokus menjalankan tugas utamanya, yakni mendidik dan mendampingi peserta didik.
Sementara itu, tuntutan kelima berkaitan dengan anggaran pendidikan. Aliansi meminta pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi porsi anggaran yang diperuntukkan bagi kebutuhan pendidikan. Menurut mahasiswa, anggaran pendidikan tetap perlu mendukung kesejahteraan guru, sarana dan prasarana, kualitas pembelajaran, serta akses pendidikan.
![]() |
| Dokumentasi lima tuntutan yang di sampaikan |
Sebagai mahasiswa FTIK yang dipersiapkan menjadi calon pendidik, Aliansi Mahasiswa FTIK menilai persoalan kesejahteraan guru dan arah kebijakan pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masa depan pendidikan Indonesia.
Melalui lima tuntutan tersebut, mahasiswa berharap pihak-pihak yang memiliki kewenangan dapat memberikan perhatian dan mengambil langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang disampaikan.



