| Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKN dan ibu-ibu PKK(29/08) |
Kegiatan yang berlangsung di halaman salah satu rumah warga tersebut diawali dengan penjelasan mengenai cara penggunaan dan tahapan pengisian komposter yang dipandu oleh Maya, salah satu anggota KKN. Langkah pertama membuat komposter diawali dengan memasukkan sampah kering, seperti daun-daun kering, Setelah itu dilapisi dengan tanah, kemudian sampah dapur. Sampah dapur yang dapat dimasukkan antara lain sisa nasi, kulit buah, serta sayuran yang sudah tidak terpakai.
Maya juga memberikan tips agar komposter tidak mengundang lalat maupun belatung. “Agar komposter tidak menimbulkan belatung, perbandingan sampah kering harus lebih banyak daripada sampah dapur. Selain itu, hindari memasukkan sisa tulang ikan karena dapat memicu lalat untuk bertelur,” ujarnya.
Setelah sampah dapur dimasukkan, tahapan terakhir yakni komposter disiram menggunakan air cucian beras untuk menjaga kelembapan di dalamnya sehingga proses penguraian sampah organik dapat berlangsung dengan baik.
Selain menghasilkan kompos, proses pengomposan juga menghasilkan air lindi yang ditampung pada bagian bawah komposter. Bagian tersebut dilengkapi keran sehingga cairan dapat diambil dengan lebih mudah. Air lindi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu menambah nutrisi bagi pertumbuhan tanaman.
Ibu-ibu PKK juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pengisian komposter dengan didampingi mahasiswa KKN. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif bertanya mengenai jenis sampah yang dapat dimasukkan serta cara merawat komposter.
Salah satu peserta, Bu Ivo, menyambut baik praktik tersebut. “Komposter ini menjadi solusi untuk mengurangi sampah rumah tangga. Harapannya, ibu-ibu PKK bisa mempraktikkannya secara mandiri di rumah,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini, Kelompok KKN 07 membuat enam buah komposter dari galon bekas yang telah dimodifikasi sebagai wadah pengolahan sampah organik rumah tangga, komposter tersebut kemudian dibagikan kepada warga.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN 07 berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK RT 7 RW 2, dapat mulai membiasakan pemilahan dan pengolahan sampah organik dari sumbernya. Pemanfaatan komposter rumah tangga diharapkan menjadi langkah sederhana untuk mengurangi sampah yang dibuang sekaligus memanfaatkan hasilnya untuk kebutuhan tanaman di lingkungan rumah.

