| Potret Pentas Produksi 2026 oleh Teater satoesh pada (23/8) |
Mega-Mega mengangkat kehidupan masyarakat kecil dengan berbagai persoalan dan harapan yang mereka miliki. Melalui kehidupan para tokohnya, naskah ini menggambarkan bagaimana manusia bertahan, menghadapi persoalan, serta berusaha mewujudkan harapan di tengah keterbatasan.
Ketua Produksi Teater Satoesh, Ashvia Fuadal Arief, mengatakan pemilihan Mega-Mega berangkat dari satu kata yang menjadi inti cerita, yakni harapan. Menurutnya, setiap manusia memiliki harapan yang menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.
“Di setiap kehidupan, setiap orang memiliki harapan. Harapan itulah yang menghidupi kita sebagai manusia,” jelas Fuadal Arief dengan nama panggung Maikel Fuso.
Ia memaknai Mega-Mega sebagai gambaran tentang bagaimana seseorang tidak hanya memiliki harapan, tetapi juga berusaha menghidupinya. Sebab, menurutnya, harapan tanpa usaha tidak akan membawa seseorang pada tujuan.
“Banyak orang punya harapan, tetapi tidak mau menghidupinya. Misalnya ingin kaya, tapi tidak mau bekerja,” ujarnya.
Pesan tersebut turut dirasakan Elok Rinjani, salah satu penonton. Ia mengaku puas dengan pementasan yang disuguhkan Teater Satoesh, mulai dari permainan para aktor, backsound, hingga kerja kru di belakang layar.
“Overall sesuai ekspektasi. Saya melihat chemistry dari pemain, backsound, hingga kru di belakang layar yang menurut saya keren. Jadi saya puas dengan pentasnya,” ungkap Elok.
Menurut Elok, pementasan Mega-Mega juga memberikan sejumlah pelajaran dalam kehidupan. Ia menilai penonton diajak untuk tidak gelap mata karena persoalan uang, menghargai orang di sekitar, serta berbakti kepada orang tua.
“Yang bisa kita ambil banyak sekali. Kita tidak boleh gelap mata, apalagi masalah duit. Kita juga harus saling menghargai orang-orang di sekitar, termasuk berbakti kepada orang tua, baik kandung maupun bukan,” tuturnya.
Fuadal Arie berharap pesan tentang harapan yang dibawa melalui Mega-Mega dapat menjadi refleksi bagi penonton. Ia mengajak penonton untuk tetap memiliki harapan meskipun sedang berada dalam kondisi sulit.
“Harapan saya untuk penonton, ayo kita kembali memaknai kehidupan dengan memberi sedikit harapan, walaupun merasa sudah putus asa atau sudah mentok. Yang penting harus ada harapan, tetapi jangan lupa harapan itu harus disertai niat dan kerja keras,” pungkasnya.

