Mahasiswa Ma’had Doakan STAIN Kudus Lebih Amanah


PARIST.ID, Kudus- Istighotsah, Khotmil Qur’an dan Seminar Living Qur'an dan Hadist dilaksanakan di Gedung Rektorat lantai tiga STAIN Kudus, Kamis pagi (10/8/17). Acara yang diprakarsai oleh Mahasiswa Santri Ma'had STAIN Kudus ini bertujuan mengenalkan Ketua baru dan mendoakannya agar amanah dalam mengemban jabatannya. 
RAMAI : akedemisi, santri, dan kian bersama-sama melakukan doa dalam acara Khotmil Qur'an di STAIN Kudus. Foto: Farid/Paragraphoto.

Direktur Ma'had STAIN Kudus, Makmun Mukmin, menyatakan bahwa warga STAIN Kudus telah memiliki Ketua baru dan harus didoakan. “Acara ini tidak lain bertujuan mendoakan ketua baru yang semoga bisa menjalankan tugasnya sesuai ajaran Allah SWT," ujar Makmun.

Sementara itu, Ketua STAIN Kudus, Mundakir, berharap adanya acara ini bisa menjadi pemicu bagi para pegawai, dosen dan mahasiswa STAIN Kudus untuk menguatkan sinergi. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan acara ini telah memperlihatkan kekompakan antara kami intelektual dengan santri dan kiai. Pasalnya acara ini juga dihadiri oleh KH. Noor Halim Ma'ruf dan KH. Badawi Basyir yang diundang menjadi pemateri seminar.

"Semoga sinergi ini terus terjalin sehingga mencetak generasi yang pandai, intelek, tetapi juga beriman dan bertaqwa," tuturnya.

Mundakir menilai masih banyaknya persoalan di negeri ini disebabkan tidak adanya sinergi antara intelektual, iman dan taqwa. Maka tidak heran jika masih banyak korupsi dan penyelewengan wewenang meski pemeluk muslim Indonesia terbesar.

Selanjutnya, KH. Noor Halim Ma'ruf, mengungkapkan bahwa STAIN Kudus punya potensi untuk menjadikan Kudus sebagai kota layak ilmu dan agama. "Dengan mahasiswa yang hampir mencapai 12.000 ini, STAIN Kudus bisa mencetak generasi alim," ujarnya.

Meski begitu pria yang akrab dipanggil Yi Halim itu menghimbau agar tidak jemawa dan tetap berhati-hati dalam mendidik mahasiswa. Ia mengutip Hadist Nabi yang berisi perintah untuk para pejabat agar berlaku baik dan amanah.

“Jika mereka baik, maka akan mendapatkan pahala dan surga terbaik, jika buruk maka neraka jahannam adalah tempatnya,” imbuh dia.

Kiai asal Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu juga mengapresiasi acara ini. Menurutnya acara ini merupakan awal yang baik sebab diadakan Khotmil Qur’an tujuh kali dan istighotsah bersama. Kemudian ia mendoakan supaya STAIN Kudus akan lebih bertaji melahirkan generasi yang alim dan bertaqwa. (Far/LAM)