Mahasiswa KPI Dituntut Tangguh di Masyarakat

Parist.ID, KAMPUS - Mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dituntut untuk siap dan tangguh di tengah-tengah masyarakat era saat ini. Dengan berbekal pendidikan dakwah dan komunikasi dari bangku kuliah, mereka harus siap dengan tantangan-tangan globalisasi serta menyiapkan solusi-solusi terbaik

Hal itu disampaikan oleh Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Masturin di seminar yang menjadi salah satu agenda dalam Musyawarah Wilayah Forum Komunikasi Nasional ( Muswil Forkomnas, (20/102017) kemarin. Dalam seminar yang bertemakan “Peran Dan Tantangan Mahasiswa Kpi Dalam Berkompetensi Di Era Globalisasi,” dia mengatakan, di era globalisasi ini, informasi yang ada di media massa semakin massif adanya. Baik informasi yang akuntabel maupun hoaks. Dan itu menjadi salah satu tuntutan bagi mahasiswa KPI memberikan peran nyata untuk masyarakat. 
MEMAPARKAN : Para narasumber memaparkan di hadapan peserta seminar 
Dalam kesempatan itu, masturin juga menjadi narasumber. Dia memaparkan berbagai hal tentang masalah-masalah di media massa yang saat ini menjadi perhatian serius dari pemerintah. Terutama berita hoaks. “Tugas kalian adalah menyajikan informasi yang benar-benar real, agar tidak ada kegaduhan di masyarakat,” tuturnya.

Masturin juga menambahkan, mahasiswa lulusan KPI harus menjadi seperti lulusan Prodi Tarbiyah, yang di masyarakat sangat dibutuhkan perannya sebagai pendidik di sekolah- sekolah. Jadi, kalau mahasiswa Tarbiyah bisa berperan sebagai pendidik, mahasiswa KPI harus mampu menjadi pendakwah bagi masyarakat. “Kalian sebagai generasi pendakwah, harus mampu menuntun masyarakat di era globalisasi ini untuk tetap teguh dengan nilai-nilai agama yang kalian dapatkan dari pengalaman berkuliah,” ujarnya.

Senada dengan Masturin, salah satu mahasiswa dari IAIN Salatiga, Fibi Aulia Aseghaf, mengaku, tantangan berupa berita hoaks memang telah menjadi ancaman serius bagi Indonesia. “Kita sebagai mahasiswa KPI harus sadar dengan tugas kita, yaitu mencegah masifnya berita bohong itu,” tegasnya.

Fibi menganggap dengan banyaknya berita bohong yang beredar, bisa jadi masyarakat akan meragukan kinerja mahasiswa KPI untuk bisa menyajikan berita yang benar-benar fakta. “Oleh karena itu, kita harus merubah paradigma masyarakat tersebut dengan benar-benar menjadi agen perubahan media massa yang buruk saat ini menjadi media yang kredibel,” tandasnya. 

Sementara itu, Fibi Aulia Aseghaf (18), mahasiswa KPI di IAIN Salatiga, memandang peran mahasiswa KPI sangat penting. Komunikasi dan media berhubungan erat, namun jika dilihat, media agak melenceng dan maraknya hoax. Fibi mengaku seharusnya sebagai anak komunikasi bisa membenarkan hal itu. (Firda/FMH)