KPN Bakal Buat Diskusi Mirip ILC

PARIST.ID, KAMPUS- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pecinta Nalar (KPN) akan membuat diskusi mingguan yang dikonsep mirip acara diskusi di salah satu stasiun televisi nasional Indonesia Lawyer's Club (ILC). Hal itu mengemuka saat pelantikan pengurus periode 2018 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Senin, (29/1/2018).
Pelantikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pecinta Nalar (KPN) di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) STAIN Kudus. Arif/PARAGHRAPHFOTO


Dalam sambutannya, Khoirun Nisa, selaku ketua terpilih meminta bantuan sesepuh atau senior dan pengurus baru UKM KPN untuk memaksimalkan kerja. Ia juga menambah progam kerja dari KPN perihal diskusi rutinan yang semula satu minggu satu kali menjadi satu minggu dua kali. Ia juga berharap agar kepengurusan kali ini bisa sukses. “Saya harap teman-teman bisa sukses tahun ini, saya mohon kerja samanya,” jelasnya.

Sementara itu Nur Aris, sebagai pembina UKM KPN mengatakan, mencintai nalar itu bagian dari perintah agama, yakni perintah untuk berfikir. Menurutnya, nalar itu sangat penting, dalam Islam nalar sepadan dengan jiwa dan harta. Ia juga menambahkan, kepada pengurus dan semua anggota harus bersyukur masuk di UKM KPN. “Pecinta nalar adalah orang yang bisa mengendalikan emosinya, bersyukurlah anda yang ada di KPN, karna anda adalah ahli-ahli syurga,” imbuhnya. 
Dosen yang mengajar mata kuliah logika itu juga menawarkan kegiatan untuk KPN kedepan, yaitu memahami al-Qur’an dengan logika. Ia juga mengingatkan agar diskusi-diskusi rutinan tersebut di dokumentasikan.

 “Diskusi-diskusi tersebut harus didokumentasikan dengan baik, karena ini terkait dengan nuansa dan suasana akademik di kampus kita.” paparnya.

Sama halnya dengan Nur Aris, Abdurrahman Kasdi, selaku sebagai Wakil Ketua Tiga STAIN Kudus menuturkan, menjaga akal itu sangat penting. Ia berharap besar kepada UKM KPN perihal follow up dari diskusi itu. Ia berharap hasil dari diskusi itu bisa ditulis. Ia mencontohkan dari UKM Paradigma yang sukses meraih opini juara satu tingkat nasional. Ia juga menawarkan agar bisa bekerja sama dengan UKM Paradigma, “Kebetulan disini ada ketua Paradigma, mungkin nanti kalian bisa bekerja sama dengan merekauntuk menggunggah tulisan di website mereka.” Imbuhnya.

Terkait kebijakan dari ketua STAIN Kudus, minimal satu UKM mampu mendatangkan satu profesor atau paling tidak narasumber bertaraf nasional,  Abdurrahman Kasdi yakin KPN bisa merealisasikannya. Ia juga berharap KPN bisa mendukung kebijakan-kebijakan ketua STAIN Kudus. “Terima kasih kepada pengurus demisioner, dan selamat kepada pengurus baru, semoga kedepan bisa membangun dinamika dan membesarkan STAIN yang Insya Allah akan berubah menjadi IAIN," harapnya. (Arif/FMH)