Nestapa Raksasa Catalunia di Tanah Gladiator



Oleh: Riza Afthoni

Kejaiban memang tidak pernah terduga datangnya, selagi bola masih berbentuk bundar, semua hal bisa dan mudah saja terjadi. Tak terkecuali yang di alami skuat AS Roma dini hari tadi, menjalani leg kedua Liga Champions melawan Raksasa Katalan, Barcelona di Stadion Olimpico, Roma Italia. Misi sungguh mustahil diemban pasukan Eusebio Di Francesco. Bagaimana tidak, pertemuan pertama di Camp Nou, kandang Barcelona,il lupi dibantai dengan skor 4-1, dua gol di antaranya tercipta hasil bunuh diri Danielle De Rossi dan Kostas Manolas.

Rasa pestimistis muncul hampir dari seluruh fans As Roma, terlebih Barcelona sendiri tidak terkalahkan dalam 38 pertandingan terakhir. Menyamai rekor yang dipegang Real Sociedad pada periode 1979/1980. Sementara pasukan Serigala Ibukota baru saja dikalahkan Fiorentina dengan skor 2-0 dikandang sendiri. Tentu bukan hasil positif sebagai modal pertandingan selanjutnya.

Bermain dengan formasi 3-5-2, mengandalkan Dzeko dan Patrick Schick sebagai penyerang, Giallorosi ngotot menyerang sejak peluit pertanda mulainya pertandingan ditiup oleh hakim lapangan. Hasilnya cukup meyakinkan, Dzeko membuat keunggulan Roma pada menit ke enam, memperdaya kiper Marc Andre Ter-Stegen. Barcelona bukan tanpa peluang, pada menit sepuluh, Blaugrana mendapat tendangan bebas, namun sayang, free kick dilakukan Messi masih meleset dari gawang Allison Becker.

Pada menit 44, Juan Jesus mendapat kartu kuning setelah kedapatan menyikut Luis Suarez. Babak pertama diakhiri dengan skor satu kosong untuk AS Roma. Di babak kedua tim tidak mengendurkan alur serangan. Pada menit 57, Pique melanggar Edin Dzeko di kotak terlarang, wasit menunjuk titik putih, il capitano Danielle De Rossi sukses mengeksekusi tendangan penalti. Dan memaksa Marc Andre Ter-Stegen memungut bola dari dalam jalanya.

Gol kedua seakan memberi kekuatan pada skuat Serigala Ibukota, Cengiz Under dan Stephan El Shaarawy dimasukkan guna menggantikan Patrick Schick pada menit 73 dan 77. Sementara Andre Gomez dimasukkan menggantikan Andres Iniesta.

Menit 82, berawal dari sepak pojok, Cengiz Under memberi umpan ke Kostas Manolas kemudian dikoversi menjadi gol lewat sundulannya. Tertinggal tiga gol, Barca memasukkan Ousmane Dembele dan Paco Alcacer guna menambah daya gedor. Kubu Barcelona semakin risau dan resah.

Tapi semuanya sia-sia, skor tetap tidak berubah, skor tiga kosong tetap bertahan untuk keunggulan De Rossi dkk hingga peluit panjang pertanda pertandingan musti diakhiri. Walau secara agregat 4-4, AS Roma unggul agresivitas gol tandang, dengan hasil ini, untuk pertama kali nya, Roma melenggang ke Semifinal untuk pertama kalinya sejak era Format Liga Champions.

Disisi lain, Barcelona menelan kekelahan pertamanya di musim ini, bahkan tak bisa mencetak satu gol pun. Pasukan Catalan terpaksa pulang sembari “menyarungkan pedangnya” dan meratapi nasib yang sungguh sial nan memilukan itu. Sekali lagi, keajaiban memang datang tidak terduga, walau sempat diprediksi sulit untuk menang, namun semangat spartan Gladiator-gladiator ibukota patut diapresiasi.[]