Rhy Husaini : Egois Tidaklah Pantas



 WWW.PARIST.ID. KUDUS - Sikap egois seringkali menjadi pangkal dari perselisihan antar sesama manusia. Egois merupakan sikap mementingkan diri sendiri, beranggapan dirinya paling benar dan orang lain salah. Hal itu mengemuka dalam pentas puisi "ANAHOM" karya Rhy Husaini di Audotorium UMK pada acara FASBuk, Jum'at (30/02/2018).

"Saya ingin menyampaikan bahwa orang-orang yang menganggap dirinya paling benar, bukanlah sesuatu yang benar dan pantas. Karena sejatinya seluruh manusia itu sama, jika saja mau memahami perbedaan," ujar Rhy.

Rhy menjelaskan, kata Anahom berasal dari bahasa arab. Yakni "Ana" yang berarti "saya", dan "Hom" yang berarti Tuhan dalam bahasa sansekerta.

"Anahom yang saya bawakan ini menentang perselisihan akibat sikap saling mementingkan diri sendiri dan beranggapan bahwa dirinya adalah Tuhan yang maha benar," jelasnya.

Di sela-sela penampilannya, Rhy juga menuliskan kalimat "Laa ilaa ha illa ana" di kanvas. Katanya itu dilakukan sebagai salah satu bentuk sindiran kepada orang-orang yang mementingkan dirinya sendiri.

"Merasa paling benar sendiri bukanlah sikap yang dibutuhkan manusia. Sebaliknya, rasa saling menghargai dan percaya kepada sesama itulah yang dibutuhkan manusia,"

Ima Yuli Arfiani, penyair asal Kecamatan Dawe,  menyampaikan pesan persatuan melalui puisi berjudul "Si Bola Mata". Menurutnya sesuatu tidak selayaknya hanya dipandang dari satu sudut pandang saja.

"Dalam puisi tersebut saya menyampaikan bahwa kebenaran tidak dapat dilihat dari satu sudut pandang saja," katanya.

Itu terlihat dalam salah satu bait di puisinya. Ia menulis "Ada kalanya arah bola mata kita sama// ada kalanya arah bola mata kita berbeda// tapi hati kita tetap satu jua". (Risa/Falis)