Pentingnya Pendidikan Seks Bagi Remaja

KUDUS, PARIST.ID – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Gondosari Kecamatan Gebog Kudus melaksanakan penyuluhan kesehatan di Madrasah NU Matholi’ul Huda Kedungsari Gebog Kudus pada rabu (15/082018). 

Mariyati (48) salah satu Tim kesehatan Puskesmas menjelaskan, masa Remaja adalah masa transisi, masa peralihan menuju dewasa. Untuk itu, remaja harus mengetahui mengenahi pendidikan reproduksi. 

“Supaya remaja mengetahui pentingnya fungsi alat reproduksi, dan bagaimana dampak negative jika disalah gunakan untuk seks bebas, dampak dari pergaulan bebas dari lingkungaan yang salah. Maka harus diajarkan pendidikan seks secepatnya, mulai dari pendidikan tingkat SMP dan SMA,” katanya.
MENYAMPAIKAN: Petugas Puskesmas Kedungsari menyampaikan materi

Lebih lanjut Ia mengatakan, Anak remaja butuh perhatian khusus, karena masih di usia labil, masih bisa terpengaruh dengan teman dan lingkunganya. “Maka dari itu peran orang tua harus bisa membimbing dan mendidik putra-putrinya dengan baik,” terangnya. 

Selain membahas pendidikan reproduksi, penyuluhan ini juga memaparkan tentang bahaya merokok. Rokok yang terbuat dari berbagai zat kimia mengandung berbagai penyakit di antaranya kangker paru-paru, impoten, gangguan janin, bahkan bronchitis kronis. Maka dari itu remaja harus mengetahui bahaya merokok. 

“Untuk tingkat SMP dan SMA penyuluhan materi tentang kesehatan reproduksi dan dampak merokok, karena sudah menginjak usia dewasa. Jika anak-anak tingkat SD, kami melaksanakan penyuluhan tentang materi gosok gigi, jajanan sehat, dan pola hidup sehat. Kami pilih sesuai umur peserta yang hadir,” pungkasnya. 

Sementara itu, Muhammad Muslim (23), salah satu peserta penyuluhan sangat berantusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa seorang remaja harus tahu tentang pendidikan seks. 

“Pendidikan seks itu perlu. Karena sebelum kita mengetahui materi tersebut, kita berfikiri bahwa seks itu hal yang kotor, padahal tidak. Disana diterangkan bahwa seks itu artinya jender, yang mana kita harus mengetahui pendidikan reproduksi, agar wawasan kita luas dan bijaksana di dalam melaksanakan sesuatu,” terang mahasiswa PPL IAIN Kudus ini.(Aris/Waf)