Prof. Arskal Salim : Mahasiswa PTKI Perlu Memiliki Daya Saing Global

PARIST.ID, KAMPUS – Para Mahasiswa PTKI perlu memiliki daya saing global, sehingga setelah lulus dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan siap berkontribusi untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. 

Hal itu ditegaskan oleh Prof. Dr. Arskal Salim, GP, MA, selaku Direktur Pendidikan Tinggi Kementerian Agama RI pada acara Studium General dengan tema “Moderasi Beragama pada Era Revolusi Industri 4.0” di GOR IAIN Kudus Rabu, (12/09/2018). 
Prof. Dr. Arskal Salim, GP, MA, (Dua dari kiri) saat mengisi Studium General Mahasiswa baru IAIN Kudus
“Dengan daya saing global yang tinggi, para Mahasiswa dapat menciptakan tantangan tersendiri sebagai langkah untuk menempa diri. Banyak lulusan PTKIN telah melalang buana dimana-mana,” jelasnya. 

Prof. Arskal Salim menambahkan, Revolusi Industri 4.0 hendaknya menjadi pegangan dalam artian jangan sampai kita gagap akan era yang tengah kita jalani ini. “Karena semua hal yang ada akan mengarah pada revolusi industri 4.0. Kita perlu menyikapinya secara positif supaya tidak muncul dampak negatif yang ditimbulkan,” katanya. 

Lebih lanjut, Prof. Arskal Salim mengatakan, Ada beberapa tantangan yang perlu dijawab oleh PTKI dalam era ini, yaitu bagaimana PTKI merespon dan dapat beradaptasi dengan generasi millenial, bagaimana nilai-nilai keislaman dapat ditanamkan dengan baik oleh generasi millenial secara relevan dan kontekstual. 

Selain itu, PTKI juga harus dapat menyiapkan muslim millenial yang tangguh menghadapi tantangan zaman. “Sekarang semua serba online, bisnis pun dilakukan secara online. Banyak dari anak muda sekarang terjun ke dalam dunia wirausaha karena dianggap hidup lebih fleksibel,” imbuhnya. 

Terakhir, ia menyampaikan tujuan dari pendidikan agama Islam yang terkandung dalam PTKI, yaitu membentuk kepribadian utama, Insan Kamil yang bermuara pada pendekatan diri kepada Allah. Kemudian membentuk kesadaran diri sebagai Hamba Allah sekaligus sebagai Khalifah di Bumi. 

Prof. Arskal Salim menambahkan, pendidikan agama berperan sebagai benteng kepribadian dan pembekalan hidup untuk andil dalam persaingan kancah dunia dan juga menjadi benteng dari kelompok-kelompok yang bermacam-macam. “Mahasiswa harus terus meningkatkan kualitas kompetensi, terus giat belajar, memperkuat jaringan relasi dan juga meningkatkan kemampuan berbahasa,” tegasnya. (Arum/Waf)