Dana DIPA Turun di Pertengahan Tahun

Sosialisasi Dana Dipa oleh Pihak Kampus ke Ormawa IAIN Kudus
Parist.id - Dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk mahasisa IAIN Kudus turun di pertengahan tahun 2019. Dengan ini semua organisasi mahasiswa bisa segera melakukan pengajuan anggaran untuk melaksanakan kegiatan di sisa waktu 2019 atau pencairan dana dari kegiatan dan acara di awal tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kasubag Kemahasiswaan, Sutanto dalam acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi DIPA IAIN Kudus di aula gedung SBSN Lantai 2 Selasa, (2/07/2019).

Sutanto memaparkan ada 54 organisasi mahasiswa dengan total 405 juta rupiah yang akan didistribusikan. SEMA-DEMA Institut, SEMA-DEMA Fakultas dan UKM/UKK untuk menyusun anggaran belanja dari 5 juta hingga 10 juta dan HMPS sebagai organisasi baru bisa menyusun anggaran kisaran 3 sampai 5 juta untuk melaksanakan kegiatan di periode 2019.

"Jadi sekarang tugas organisasi mahasiswa untuk segera menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) agar segera bisa mencairkan ke bendahara kampus," katanya.

Ia juga menghimbau agar setiap kegiatan ada dokumentasi yang rapih, proposal dan TOR acara yang jelas.

"Setelah ini tinggal menyusun Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). Dan untuk penyerahan SPJ maksimal sepuluh hari setelah acara ini berlangsung," jelasnya

Selain itu, Bendahara IAIN Kudus, Yus menyatakan tertib SPJ berdampak atas kelancaran keuangan yang diterima SEMA-DEMA, UKM dan HMPS. Dana akan keluar 50% setelah proposal masuk dan akan menerima pelunasan setelah SPJ.

"Proposal yang sudah disetujui oleh Wakil Rektor 3 bisa diserahkan ke saya. 50% bisa diterima, sisanya setelah SPJ," jelasnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Rektor 3, Ihsan berpesan meski dana yang diterima berbeda dengan tahun lalu. Bukan berdasar gradasi organisasi tapi seberapa kualitas dari setiap acara yang dibuat nantinya harus disyukuri

"Saya harap kita semua mensyukuri. Bukan tentang jumlah, tapi bagaimana kita menggunakan uang tersebut untuk melancarkan kegiatan," harapnya.

Senada dengan Ihsan, Wakil Rektor 2, Nor Hadi Menghimbau untuk tidak memandang organisasi besar yang akan mendapat dana paling banyak. Pandangan harus diubah untuk maju. Bukan gradasi, tapi input, output, outcome.

"Siapapun yang bisa menyelenggarakan kegiatan yang berkualitas, itu yang akan didanai," tegasnya. (Fandi)