Stand PBAK Dibatasi


KAMPUS - Panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2019 IAIN Kudus membatasi jumlah stand PBAK mahasiswa. Pembatasan tersebut dilakukan agar tidak mengganggu proses pendaftaran dan screening Mahasiswa Baru.

Panitia pelaksana, Tubagus Fahmi mengatakan jumlah stand yang didirikan tahun ini dibatasi hanya 30 stand dibanding tahun lalu yang berjumlah 75 stand.

“Tahun ini hanya 30 stand yang diperbolehkan berjualan di dalam kampus, jika ada yang membuka stand di luar kampus silakan tapi itu bukan tanggung jawab kami.” kata Tubagus, Rabu (31/07/2019).

Selain itu, ketua OC (Organizing Committee) Ahmad Riza menjelaskan bahwa dalam mendirikan stand para pedagang diharuskan tertib, tidak mengganggu mahasiswa baru serta mentaati aturan yang sudah ditetapkan panitia mulai dari pendirian stand sampai selesai.

“Para pedagang memang harus taat aturan terlebih lagi dalam soal harga, pedagang diharuskan memperlihatkan daftar harga dengan jelas di stand yang didirikan. Enggak boleh seenaknya pasang harga sendiri. Kalo ada yang melanggar bisa kami hentikan dagangannya,” tuturnya.

Ia juga mengaku pihak panitia tidak merasa dirugikan dengan keberadaan stand-stand yang ada. Dengan adanya stand diharapkan dapat menjadi informan yang baik mengarahkan mahasiswa baru dalam mempersiapkan perlengkapan dan pembekalan PBAK 2019 IAIN Kudus. 

"Malah bagus ada stand-stand PBAK. Jadi para mahasiswa baru bisa terbantu menyiapkan perlengkapan PBAK nantinya," jelas Riza.

Salah satu mahasiswa yang mendirikan stand, Herda mengaku bahwa pihaknya ingin membantu para mahasiswa baru untuk mepermudahkan mendapatkan perlengkapan dan pembekalan selama PBAK berlangsung. Selain itu ia dan teman-temannya juga memberi ruang kepada mahasiswa baru untuk memberi informasi mengenai hal yang berkaitan dengan kampus dan perkuliahan ke depannya.

“Karena dulu kami juga pernah merasakan jadi mahasiswa baru, masih bingung harus ngapain di kampus, masih minim informasi. Dari situ kami punya niat untuk membantu mahasiswa baru yang sedang mengalami kondisi seperti yang kami rasakan dulu," tutur mahasiswa semester 5 ini.  

Hal tersebut direspon baik mahasiswa baru. Fauzan, salah satu mahasiswa baru mengaku terbantu dengan adanya stand-stand yang berada di kampus. 

“Seneng juga ada yang jual perlengkapan buat PBAK. Soalnya rumah saya di Rembang disini ngekos. Jadi enggak usah bingung lagi harus cari barangnya. Kakak-kakak disini juga sangat membantu buat arahin perlengkapan apa aja yang harus dibawa," ungkapnya. (Riza)