Ratusan Peserta Ikuti Pelatihan Pemandu Wisata


DEMAK - Sejumlah 160 peserta mengikuti pelatihan pemandu wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (DinPar) Demak. Pelatihan tersebut merupakan pendayagunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2019 di Hotel Amantis Demak, Senin-Rabu (28-30/10/2019).

Kepala Dinas Pariwisata Demak, Agus Kriyanto mengatakan pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pelaku usaha kepariwisataan dan dalam rangka mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu program unggulan kabupaten Demak.

"Kita punya tempat wisata yang bermutu jadi sayang bila tidak ada pemandu wisatanya," kata Agus.

Ia juga memaparkan 160 peserta akan dibagi menjadi tiga kelompok. Untuk 60 peserta pertama akan dilatih tentang wisata yang mencakup kuliner dan belanja, 50 peserta dilatih sejarah, dan 50 sisanya dilatih mengembangkan wisata di pedesaan dan perkotaan.

"Ketiga kelompok ini saya harap berlatih dan belajar serius. Pelatihan selama tiga hari dimanfaatkan agar mendapatkan ilmu baru," harapnya. 

Menanggapi hal tersebut, asisten 2 bupati Demak, Windu Sunardi mengaku prihatin Demak hanya dijadikan destinasi transit makan saja. Beli di tempat lain, makan di Demak dan sampah makanan dibuang di Demak.

"Saya melihat banyak wisatawan datang bawa makanan sendiri. Mereka beli di tempat lain, makan di sini dan sampahnya dibuang di sini. Kita hanya dapat sampahnya," terangnya prihatin.

Padahal menurutnya ada dua icon khas Demak yang tidak dimiliki kabupaten lain berupa Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kali Jaga. 

"Untuk itu, pelatihan ini dirasa mampu mencetak pemandu wisata handal dan mendatangkan wisatawan untuk meningkatkan sektor ekonomi," kata Windu

Ia berharap Demak menjadi destinasi wisata seperti Hongkong. Menurutnya, sebagai tempat wisata modern Hongkong dapat menyediakan view dan seluruh panorama indahnya melalui kelihaian pemandu wisata dalam menawarkan paket wisata.

"Saya berkaca dengan ketika saya di Hongkong. Di sana tour guide dapat membius wisatawan untuk berkunjung keliling kota. Jika ini terjadi di Demak, pastinya akan menekan angka kemiskinan dan meningkatkan sektor ekonomi," jelasnya. (Fandi)