Luncurkan Aplikasi SMURT, Begini Tanggapan Mahasiswa dan Dosen


KAMPUS, Parist.Id – Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di IAIN Kudus, pihak Teknologi Informasi dan Pusat Data (TIPD) meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android yang diberi nama SMURT (Sistem Manajemen Universitas Terpadu). Aplikasi yang diharapkan dapat mengontrol seluruh kegiatan pembelajaran baik dosen maupun mahasiswa ini diluncurkan pada selasa, (04/02/2020). 

Kepala Bagian Kantor TIPD, Slamet Siswanto, mengungkapkan, adanya aplikasi ini guna memenuhi kebutuhan IT dan mempermudah kinerja. 

“Berawal dari rapat pimpinan, kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan IT saat ini dengan memanfaatkan keberadaan android untuk mempermudah kinerja dosen, pegawai, dan  mahasiswa," ungkap Slamet saat ditemui Tim LPM Paradigma pada Jum’at (08/02/2020).

Slamet mengatakan, meskipun masih dalam tahap uji coba, penggunaan aplikasi SMURT ini sudah cukup signifikan karena sekitar 60,8 % mahasiswa aktif di IAIN Kudus sudah terkoneksi aplikasi tersebut.
Fitur Aplikasi SMURT IAIN Kudus

“Dari 11.283 total mahasiswa, sebanyak 7.193 mahasiswa sudah terkoneksi. Sementara ini kami terpaksa menonaktifkan SIKADU sehingga mahasiswa diharuskan untuk memasang aplikasi SMURT agar dapat mengakses data mereka," katanya.

Selain itu, lanjut Slamet, penamaan aplikasi ini berasal dari karakter binatang semut, meskipun kecil tetapi memiliki banyak manfaat dan kelebihan. 
“Kami mengambil konsep dari sifat-sifat semut, kecil memiliki banyak kelebihan, bergotong-royong, dan selalu bekerja sama," jelas Slamet.

Ia juga menjelaskan, aplikasi smurt sudah disosialisasikan dan sudah mempunyai aturan tertulis di pegawai.

“Untuk sosialisasi ke dosen sudah, sedangkan untuk mahasiswa hanya lewat online mengingat jumlahnya yang mencapai ribuan," jelasnya.

Untuk seterusnya, Slamet berharap aplikasi ini dapat berjalan dan 
berkembang dengan baik sehingga dapat menjaring seluruh aktivitas perkuliahan mulai dari absensi, publikasi dosen, dan dokumen pegawai secara terintegrasi satu login. 

"Saya berharap aplikasi ini bisa berkembang dengan baik di aktivitas perkuliahan," harapnya.

Sementara itu, Dosen PGMI,  Elya Umi Hanik, pengguna aplikasi SMURT mengeluhkan karena sosialisasi yang belum maksimal dari pihak TIPD.

“Untuk konsep sudah bagus, sudah terkoordinasi dengan baik, hanya saja belum terdapat aturan khusus dalam input data sehingga dosen yang belum terbiasa agak kerepotan dalam mengoperasikannya," ungkapnya.

Adapun, Mahasiswa PPI Semester 4 pengguna SMURT, Fatwa Fauzia, berharap aplikasi Smurt ini dapat dibenahi lagi sistemnya agar mahasiswa lebih mudah dalam mengakses informasi seputar perkuliahan.

“Aplikasinya sudah berfungsi cukup baik, tinggal dibenahi lagi sistemnya," harapnya. (sid/syim)