Jaga Tanah Muria, KSS pentaskan Rananggana

KUDUS, PARIST – Berawal dari kegelisahan kian rusaknya alam, Komunitas Seni Semar(KSS) berupaya menyadarkan manusia betapa pentingnya menjaga alam lewat sebuah karya. Mengisahkan tentang kemarahan danyang pepundi tanah muria, pertunjukan yang bertajuk “Rananggana” ini digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus, Jum’at (13/03/2020).

Pimpinan Produksi, Noor Iksan Maulana, mengatakan, pementasan ini terinspirasi dari rasa keprihatinan para anggota terhadap keserakahan manusia pada alam. Iksan mencoba merubah pola pikir manusia agar senantiasa merawat alam.

Lebih lanjut, Iksan juga menjelaskan bahwa properti yang digunakan berasal dari bahan dan perabot tradisional. Seperti pincuk, ekrak, serok, dan bola  yang terbuat dari bambu. 

“Alat yang kami pakai semuanya dari alam,” jelasnya.

Senada dengan Iksan, Designer Produksi, Dian Puspita Sari, menyampaikan, tugas seniman adalah berkarya. Melalui karya, berusaha menggiring manusia untuk berlaku seimbang pada alam, dan menjaganya. 

“Kami melakukan apa yang menjadi tugas kami, untuk selebihnya kami serahkan kepada masyarakat,”ungkapnya.

Konsep pementasan kali ini,  tambah Dian, menonjolkan bentuk tubuh dan gerakan yang mempunyai rasa. Seluruh pemain yang bertopeng, mengajak penonton untuk bereksplorasi dan menghayati makna melalui gerak tubuh.

 “Kami yakin penonton cukup cerdas untuk memahami pertunjukan ini, tidak melulu kami jejali pertunjukan verbal dengan ekspresi muka ataupun suara," imbuhnya.

Sementara itu, Sutradara, Ramuna Putri Widyastuti, mengatakan, Rananggana yang dipentaskan bukan folklore sebagai cerita dongeng, melainkan folklore sebagai inspirasi.
 “Insiprasi agar manusia tidak berani merusak alam," tandasnya. 
(Hasyim)