Batas Senja

Ilustrasi: http://flickr.com
Oleh: Ilham Wiji Pradana*

Lamunan di batas senja ini, 
Terhenti sebab hati sepi, 
Hamparan permadani tersohor di pematang sawah,
Kupandangi sudut-sudutnya yang membuat bungah
Nampak wanita paruh baya sedang sibuk menjamu rayu riang tanaman,
Lalu suaranya menyusup ke gendang telingaku
 _“cah mbarek jam pinten niki?”_ 

Terhentak kaget
Sejenak kuterdiam tanpa jawaban
Lamunan dan pertanyaan kupendam 
Ia pun pergi tanpa suara lagi

Batas senja ku melayangkan raga
Apa yang kurasa ?
Apa iya sebab hati sepi tanpa cinta?

Dibatas senja
Aku terdiam
Berandai jika awan menerbangkan rayu canduku
Atas perempuan kala itu
Ahh 
Aku berkhayal tanpa logika
Ia seorang putri
Dan aku hanya petani puisi


*Pegiat Aksara dan Mahasiswa BKPI IAIN kudus