Layanan Perpustakaan Kembali Dibuka, Mahasiswa Merasa Lega

KAMPUS, Parist.ID- Menghadapi new normal di masa pandemi Covid-19, IAIN Kudus sudah membuka kembali layanan perpustakaan baik secara online maupun offline sejak 8 Juni 2020, Kamis (11/06). Demi mendukung keberlangsungan layanan, pihak perpustakaan memberi syarat dan ketentuan bagi pengunjung tetap wajib  memperhatikan protokol kesehatan guna mencegah penularan virus korona. 

Waktu layanan perpustakaan pada masa new normal  berbeda dengan layanan semula. Dengan dibatasinya jumlah pengunjung 100 orang per harinya, kini waktu pelayanan dibuka 2 sesi yakni 50 orang (08.00-12.00 WIB) dan 50 orang (13.00- 15.00 WIB). Sementara waktu kunjungan per orang maksimal 15 menit. 

Adapun jenis pelayanan perpustakaan IAIN Kudus secara online selama new normal yakni melayani pembuatan surat bebas pustaka online, melayani penyerahan skripsi/tesis online, melayani pencarian ebook/ejournal open acces melalui grub telegram http://t.me/joinchat/Higl8xl2eTaVBtlJwYRYtQ, melayani pencarian skripsi/tesis online http://eprints.stainkudus.ac.id, melayani cek turnitin karya ilmiah skripsi/tesis serta melayani baca koleksi online melalui aplikasi literasia. Sementara pelayanan secara ofline, kini melayani peminjaman dan pengembalian koleksi (sirkulasi). 

Mahasiswa PAI semester 2, Nur Hidayatun Ni'mah, mengaku sangat menyayangkan jika perpustakaan tidak melayani untuk baca ditempat dan penitipan barang. 

"Apalagi waktu dibatasi hanya 15 menit per orang. Jadi saya tidak sempat untuk membaca buku di dalam perpus," ungkapnya kepada reporter Parist.id via WhatsApp. 

Disamping itu, ia merasa lega dengan dibukanya kembali perpustakaan IAIN Kudus karena tidak terbebani dengan buku yang telah lama dipinjamnya. "Kalau lama-lama dibawa takutnya hilang," katanya. 

Sementara itu, Mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah semester 2, Dinda Tasyafany, mengaku tidak lagi khawatir jika memasuki kawasan kampus terutama perpustakaan karena ketika akan memasuki kampus ada protokol kesehatan yang diterapkan pihak kampus. 

"Sebelum masuk kampus dan masuk perpustakaan di cek suhu tubuh dulu. Selain itu pihak kampus juga menyediakan hand sanitizer dan yang paling penting harus pakai masker," jelasnya. (Vina)