Refleksi Pancasila dan Spirit Gotong Royong Masyarakat Humanis


Oleh: Muayyadah*

Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya, menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotong-royongan kita untuk meringankan beban seluruh negeri, dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi.

Ungkapan Presiden Jokowi itu menjadi bias rasa syukur untuk menggugah semangat masyarakat Indonesia agar senantiasa merefleksikan diri berdasar pancasila. Spirit gotong royong selalu didambakan Presiden Indonesia terlebih di masa pandemi korona. Semuanya terangkum dalam Peringatan Hari Kelahiran Pancasila tahun 2020 yang digelar secara daring melalui konferensi video, ditayangkan oleh kanal YouTube Sekretariat Presiden RI. 

Seperti yang kita ketahui sebagai dasar negara, Pancasila memiliki sejarah panjang sehingga di masa _pagebluk_ yang belum kunjung usai ini, Pancasila diharap selalu menjadi pedoman persatuan bangsa. Selain nilainya yang begitu bermakna, kilas balik sejarah lahirnya pancasila pun perlu direfleksi kembali oleh masyarakat Indonesia. 

Kilas Sejarah

Dikutip dari buku karya Kaelan, perjalanan Pancasila diawali dari adanya sidang BPUPKI pertama yang diketahui dr. Radjiman Widyodiningrat bentukan organisasi jepang untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia. Sidang pertamanya suatu masalah diangkat, kaitannya tentang rumusan dasar negara. Tiga tokoh terkemuka menyampaikan usulannya yakni Dr. Soepomo, Muh Yamin, dan Soekarno.

Para tokoh menyampaikan usulannya hingga tibalah tanggal 1 juni ketika soekarno berpidato secara lisan mengenai calon rumusan dasar negara yang dinamakan sebagai "pancasila" artinya lima dasar.

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan  pada tanggal 17 Agustus 1945 keesokan harinya UUD 1945 disahkan dimana memuat lima dasar negara yang dinamai pancasila. Sejak saat itulah menjadi istilah umum dan mafhum di semua kalangan masyarakat. Tak berhenti disini saja, internalisasi nilai sebagai bentuk pembudayaan pancasila karena terdapat konsekuensi hukum dan moral untuk menerapkan nilai nilai pancasila. Dalam situasi pandemi saat ini pancasila yang digadang menjadi dasar negara serta filsafat menjelma sebagai solusi berbagai masalah bangsa. Covid 19 siap merengkuh kesatuan bangsa terhalang oleh membudayanya nilai pancasila di tengah masyarakat.

Gaungan lima dasar setiap upacara sekolah ataupun kegiatan yang berkaitan kenegaraan kini berubah menjadi obat baru disaat mengingat lahirnya serta eksistensi hingga sekarang. Tak salah bila pancasila dijadikan dasar negara juga kehidupan bermasyarakat di negara karena terjadi kesepakatan melalui perwakilan etnis, agama, dan intelektual. Harapannya mampu menjawab berbagai ancaman dan gangguan tentunya dibarengi strategi khusus.

Spirit Gotong Royong

Pancasila masih menjadi kiblat bangsa ini bersikap. Nilai paling menonjol yang perlu diaplikasikan di situasi pandemi adalah sikap gotong royong. Sebenarnya semua sila mengandung nilai.  Nilai satu dengan yang lain saling berkaitan. Gotong royong terdapat pada sila kelima didasari oleh nilai ketuhanan bahwa sebagai hamba harus saling membantu hamba yang lain. Juga sila kedua tentang nilai kemanusiaan bahwasanya manusia sebagai makhluk sosial memiliki tanggung jawab memanusiakan manusia salah satunya dengan menciptakan spirit gotong royong. 

Sebagai bangsa humanis, Indonesia tentu tidak familiar dengan sikap gotong royong. Namun, tidak menutup kemungkinan, masa pandemi covid-19 ini menjadikan rasa persatuan masyarakat berkurang. Bukan saling mendukung tapi justru saling menyalahkan. 

Maka, penting di Hari Lahir Pancasila yang bertepatan pada 01 Juni 2020, kita sebagai warga negara yang baik selalu berpedoman pada 5 sila bermakna. Rasa kemanusiaan harus selalu dijunjung agar setiap problema yang kita hadapi tidak semakin memanas dan cenderung menyalahkan beberapa pihak. 

Selamat Hari Lahir Pancasila

*Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Kudus