Terkait Tuntutan UKT, Rektor Mengaku Masih Terkendala Kondisi


PARIST.ID- Aksi serentak mahasiswa IAIN Kudus dengan mengirimkan pesan WhatsApp ke Rektor, mendapatkan tanggapan dari Rektor. Pasalnya pesan-pesan yang dikirimkan berupa suara aspirasi. Aksi ini dilakukan mulai pukul 13.00, kemarin (Sabtu, 20/06/2020).

Hal ini ditanggapi Rektor IAIN Kudus, Mundzakir, menurutnya merupakan hal yang wajar. Karena kondisi di tengah pandemi, tidak hanya mahasiswa, tapi semua elemen masyarakat mengalami kesusahan. 

"Wajar karena kondisi seperti ini, semuanya merasakan susah. Harapan kita, semoga Allah SWT memberikan kesabaran bagi kita semua," katanya saat dihubungi tim Parist.id melalui pesan WhatsApp.

Adapun tindaklanjutnya, tambah Mundzakir, pesan yang disampaikan mahasiswa berupa tuntutan keringanan UKT, ia mengaku akan segera merespon Keputusan Menteri Agama (KMA) yang sudah ditandatangani oleh menteri. Namun terkendala kondisi, karena ia dan beberapa pejabat rektorat sedang sakit. Hal tersebut yang tidak memungkinkan untuk menggelar rapat pembahasan KMA.

"Kita belum bisa rapat merespon KMA itu, karena saya sendiri sedang sakit, beberapa warek dan dekan pun demikian," terangnya.

Sementara itu, Ketua Dema Institut, Abdul Muis, mengomentari aksi ini yang menurutnya setiap manusia berhak untuk menyampaikan aspirasinya selama tidak melanggar hukum. Serta dalam menyampaikannya, harus mengedepankan etika yang baik.

"Setiap manusia berhak menyampaikan aspirasinya, selama tidak melanggar aturan hukum dan tentunya harus disertai etika yang baik," katanya. 

Ia juga menambahkan, pihaknya pada tanggal 4 Mei telah melayangkan surat tuntutan kepada Rektor, terdapat salah satu poin tentang keringanan UKT di tengah pandemi. Lalu ia mendapatkan jawaban dari Rektor bahwa setelah KMA terbit, baru ditindaklanjuti mengenai hal tersebut. Tapi setelah KMA yang bernomor 515 itu sudah terbit namun belum ada sistematika keringanan UKT dari kampus. 

"Untuk itu, kemudian Sema Dema mengajukan audiensi langsung kepada Rektor mengenai hal ini," jelasnya.
(Ftw)