Wisuda Ke-28 Digelar, Rektor Sampaikan Kunci Sukses Pasca Jadi Wisudawan

 

KAMPUS, PARIST.ID - Tantangan wisudawan tidak lagi tentang skripsi atau tesis melainkan pengabdian kepada masyarakat. Bahwasanya, perilaku baik buruk setelah lulus di jenjang perkuliahan tentu akan dinilai oleh masyarakat. Oleh sebab itu, para wisudawan perlu kunci  PLN (Pintar Lincah Nasib).

Hal tersebut disampaikan, Rektor IAIN Kudus, Mundakir, dalam wisuda ke-28 yang digelar secara offline di Gedung Perpustakaan Lantai 4, IAIN Kudus pada Selasa, (17/11).

Ia menambahkan, menjadi wisudawan dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tinggi belum menjamin kesuksesan. Kesuksesan dapat diraih dengan berpikir kritis, mengembangkan komunikasi.

"Pintar belum tentu nasibnya baik. Kunci kesuksesan terletak pada berbakti kepada orang tua dengan tulus," tambah Mundakir dalam sambutanya.

Selama pandemi, lanjut Mundakir, wisuda di IAIN Kudus sudah digelar dua kali yakni pertama bulan Juni dan kedua pada bulan November. "Wisuda bulan November berlangsung offline tetap dengan anjuran protokol kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 1, Supaat, menjelaskan, jumlah wisudawan sarjana dan pasca sarjana berjumlah 751 wisudawan dengan lima fakultas dan pasca sarjana. Untuk wisudawan sarjana yakni PAI 186 wisudawan,PBA 26, PGMI 82, PIAUD 34, Ahwal Syakhshyyiah 28, ES 128, MBS 80, MZW 10, IQT 32, AFI 16, TP 11, IH 7, BPI 51, KPI 24, MD 6, dan PMI 6 wisudawan. 

"Sedangkan ntuk pasca sarjana berjumlah 19 wisudawan dengan rincian MPI 13, ES 4, dan HKI 2 wisudawan," jelasnya.

Lebih lanjut, Supaat menjelaskan, wisuda kali ini tidak mengundang orang tua atau wali wisudawan. Namun orang tua bisa mengikuti live streaming youtube IAIN Kudus.

Wisudawan Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Hidayanti, mengaku senang bisa mengikuti wisuda secara offline meski sedikit kecewa karena tidak boleh mengundang orang tua. Terkait pengabdian setelah wisuda, ia lebih memfokuskan pada membantu kedua orang tua.

"Rencana ingin membantu meringankan orang tua dengan bekerja misalnya," ucap Hidayanti (Nonik)