Iklan

Puisi-Puisi En. Aang MZ: Bunga Yang Hujan

parist  id
Sabtu, Januari 23, 2021 | 13:20 WIB

Bunga Yang Hujan

Saat hujan bunga di pinggir jalan, aku bersua

Menenteng payung berwarna merah muda

Menyemai diriku ‘tuk berhati-hati mengambilnya 

Kian munajat hujan beberapa menit saja


Selalu sama, bunga pun kuyup bersama hujan

Tergelintang embun air dari derasnya hujan mengisahkan 

Menggelatak bukan di permadani, tapi jalanan

Genggaman tangan berkisah demikian


Lalu? Apakah aku harus mencari bunga yang patah diujung mana?

Terjatuh apa dijatuhkan? Wahai separuh bunga 

Sederhananya biar aku paham tentang bunga 

bagaimana merawat dengan sempurna


Jember, 2020


Tuan-Puan

Di kota ini aku membaca dari silsilah 

Konon, banyak nama bersejarah

Merangkai kata-kata di meditasinya mutiara

Bahari namanya


Mata bermanja menyorot wisata dan taman

Bibir sorang tergelincir dalam kemewahan

Dusta mana yang kau kecewakan,

Bila kota sudah berkata istimewa


Aku hanyalah seorang pendatang

Menimbun ingin bersuara perihal kota ini

Kota yang mensyairkan 

Ribuan nama yang bermakna

Laksana kelopak melati yang sunyi di atas air


Taman dan wisata yang bisa melahirkan kata-kata

Dari orang-orang yang bercinta diksi.

Kepada keturunan yang masih bau anyir

Meskipun yang sudah rela untuk bercinta, kuingatkan untuk menjaga kelestarian dan kejayaan


Kota yang bahari dengan taman-wisata

Kau bisa di jadikan kota diksi

Kau sebagai tuan dan puan sajikanlah aroma-aroma tujuh rupa

Monumen hakikat penerus dalam kebenaran


Jember, 2020


Suatu Keindahan

Ombak menciptakan debur keindahan di lautan

Sekali nelangsa mencatatkan reda di ujung manusia 

Ombak bersuar di pantai peraduan

Batas datangnya pemberangkatan 

Bersimbah akan pembaringan tengkuk ikan 

Berbaris sebagai penumpang menunggang kekuasaan

Riuh istilah sana sini diuangkan

Meriung sesekali bersebealahan pikiran

Sembari mengembus engah-engah napas

Berkisar meneguk ayunan angin

Menyapu pasir mengajak memainkan keindahan 

Menjadi senyum pada yang datang membawa kejenuhan  

Angin membagi hangat pada yang datang dari kejauhan


Jember 2020


Biodata Penulis

En. Aang MZ lahir pada Mei-2001 di Pulau Gili Raja Sumenep. Sedang menempuh pendidikan di UIN KHAS Jember, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Merupakan alumni Nurul Huda II, dan PP. Annuqayah daerah Lubangsa Selatan. Puisinya masuk pelbagai antologi bersama dan dimuat di beberapa media daring maupun cetak. Pernah bergiat di Sanggar Basmalah. Jejaknya dapat diikuti di IG aangmz009.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puisi-Puisi En. Aang MZ: Bunga Yang Hujan

Trending Now

Iklan