Iklan

Teater Songo Koma Songo, Wadah Pemuda Desa Salurkan Bakatnya

parist  id
Sabtu, Maret 27, 2021 | 08:28 WIB
Foto: Istimewa/Dokumentasi Teater Songo Koma Songo

Kudus, parist.id - Inisiatif pemuda Desa Megawon berhasil mendirikan Sanggar Teater Songo Koma Songo (SKS). Sanggar ini menjadi ladang berkembangnya bakat pemuda-pemudi di Desa Megawon. Meski alami pasang surut, Teater SKS tetap bertahan hingga sekarang.

Nova Yudhistira (18), Lurah Teater SKS, mengatakan teater ini mulai dirintis tahun 2013 di bawah naungan IPNU-IPPNU dan melakukan pementasan dua tahun sekali. Sempat vakum kurang lebih 7 tahun kemudian berhasil bangkit lagi pada September 2020 dan aktif melakukan pementasan di acara-acara kecil.

"Keberhasilan dari sebuah pementasan bisa dihitung dari jumlah penontonya, jika banyak penontonnya maka pementasan bisa disebut berhasil dan jika tidak ada penontonnya maka pementasan ini gagal," katanya saat ditemui Tim parist.id dikediamannya, Jum'at (19/03/2021).

Awal mulanya sanggar ini hanya terdiri dari 5-6 anggota yang masih anak-anak sekolah. Nova bersama anggotanya memutuskan untuk lepas dari IPNU-IPPNU dan meminta izin untuk bernaung di bawah pemerintah desa. 

"Setelah menyiapkan SK (Surat Keterangan) dan diberi izin, kami memiliki ruang sendiri untuk berlatih yaitu di aula bekas gudang balai desa," jelasnya.

Pendiri Teater SKS, Windy Aulia (23), menerangkan alasan dibalik nama Teater Songo Koma Songo yaitu didasari atas ketidakpuasan pada angka sembilan. 

“Kita sebagai manusia hakikatnya jika sudah mencapai angka seratus pasti akan merasa puas. Berbeda jika kita masih diangka Sembilan, kita akan maju terus tidak akan berhenti,” jelas Windy.

Windy juga menjelaskan belakang nama Songo Koma Songo terdapat lambang tancepan atau gunungan yang melambangkan kekuatan dan keadilan. Sedangkan setengah lingkaran melambangkan sesuatu yang tidak ada putusnya.

"Kita bisa tetap jalan terus tidak start di lingkaran penuh karena jika manusia sudah penuh dia akan merasa berhasil dan berhenti mencari hal yang baru," ungkapnya.

Sanggar Teater Songo Koma Songo mencakup beberapa bidang di dalamnya seperti puisi, tari, monolog, drama dan pantomim. Bidang tersebut yang banyak peminatnya diantaranya drama, pantomim dan monolog, namun lebih difokuskan pada anggota yang memiliki basic atau keterampilan dalam hal teater.

Dalam setahun sekali sanggar teater SKS melakukan open recruitment anggota baru untuk memperbarui keanggotaan agar tetap berjalan dan berlanjut.

"Dengan anggota baru dan harapan baru butuh keikhlasan dan pengorbangan yang cukup ekstra hingga bisa mencapai yang sekarang ini," tambahnya.

Saat ini tercatat presentase jumlah anggota Sanggar Teater SKS terdiri dari 20% dari Megawon 80% dari luar desa. Presentase minat yang dianggap tidak wajar, karena justru orang luar Megawon yang paling banyak minat dengan sanggar teater ini. Hal itu dapat diartikan bahwa sanggar teater ini sudah dikenal banyak orang dan telah mengalami kemajuan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sejauh ini dalam mengelola Sanggar Teater SKS tidak meminta dana atau sumbangan dari pihak desa. Meski sudah mengajukan proposal untuk minta bantuan dana, namun sampai sekarang dananya belum turun. Untuk mengembangkan sanggar dengan dana kolektif sendiri dan juga dana sponsor.

Windy berharap sanggar teater SKS tetap utuh dan eksis dalam mengembangkan seni teater, khususnya di Desa Megawon.

 “Saya berharap teater ini tetap utuh dan tetap bersama-sama,” harapnya. (Lina,Lia,Hasna/Magang)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Teater Songo Koma Songo, Wadah Pemuda Desa Salurkan Bakatnya

Trending Now

Iklan