Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Puisi-puisi: Seteguk Hasrat

parist  id
Rabu, April 14, 2021 | 09:16 WIB
Illustrasi: Vivi/Paragraph

By: Sinchan_17*

Seteguk Hasrat

Cinta
Sebuah rasa yang berbeda
Khas dengan paduan warna merah muda
Meliput nirwana penuh suka cita

Kalbu
Menyendu menatapmu
Tergagap dan terdiam membisu
Tak mampu menjauh darimu

Ragu
Menjamu kalbu
Menyayat ketidakberdayaanku
Aku malu

Masa
Mengalihkan waktu yang ada
Menyita semua atensi hanya padanya
Menciptakan semu rona menatapnya

Hati
Jangan keras-keras kau berdetak
Takut ia mendengar dan tersenyum lawak
Aku tak kuat, asmara bergejolak.

Jiken, 11 April 2020


Jejak Sang Anila

Atma bergejolak
Menanti dalam senyap
Masygul tanpa sebab
Hilang sudah semua harap

Alam bersenandung
Melantunkan irama sendu
Angin berbisik penuh luka
Indra mata melihat dusta

Rintihan kalbu menyendu
Menyayat mata hingga mengalirkan tirta
Tanpa aba-aba dalam sekejap mata
Kini telah nyata semua warta

Jiken, 12 April 2020


 Ufuk

Mendekap nestapa
Mencoba tuk ikhlaskan lara
Sewindu berujung temu
Namun berakhir dengan pilu

Dopamin yang tak terpenuhi
Terbengkalai oleh angan yang tak pasti
Hasrat tuk memiliki
Hanya cuitan riuh penuh frustasi

Anila t'lah sampaikan pesan singkat
Tentang warna yang telah lebur
Gugur dengan indah
Walau begitu menyayat atma

Jiken, 29 Januari 2021

*Ahmad Abror, Divisi Paragraph LPM Paradigma
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puisi-puisi: Seteguk Hasrat

Trending Now