Festival Bulusan Desa Hadipolo pada Sabtu (28/3).
Rangkaian kegiatan seperti kenduren, kirab budaya, pentas seni, hingga pertunjukan wayang kulit kembali meramaikan Bulusan tahun ini. Momentum ini sekaligus menjadi penanda kebangkitan tradisi setelah beberapa waktu terhenti.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, panitia memutuskan untuk menghapus tiket masuk. Akses dibuka seluas-luasnya agar masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian acara tanpa batasan.
“Dulu sempat ada tiket masuk, tapi tahun ini kita hilangkan agar masyarakat benar-benar bisa menikmati tradisi ini,” ujar Farida, Sie Acara Festival Bulusan 2026.
Meski demikian, panitia tetap memberlakukan pembatasan kendaraan yang tidak diperbolehkan masuk ke area acara saat puncak kegiatan. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta menghindari kepadatan di lokasi.
Festival Bulusan sendiri digelar setiap tujuh hari setelah Idul Fitri atau bertepatan dengan Lebaran Ketupat. Tahun ini, rangkaian acara dibuka dengan kenduren pada 7 Syawal di halaman pendopo. Selanjutnya, kirab budaya dilaksanakan pada pagi hari 8 Syawal, dilanjutkan pentas seni di siang hari, dan ditutup dengan pertunjukan wayang kulit pada malam hari.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah absennya bantuan dana dari panitia kepada peserta kirab. Masyarakat dari sembilan RT didorong untuk berpartisipasi secara mandiri melalui semangat gotong royong. Meski tanpa dukungan modal, seluruh peserta tetap mampu menampilkan kreativitas masing-masing secara maksimal.
| Kenduren yang dihadiri warga setempat |
Sudasih selaku juru kunci Tradisi Bulusan berpesan agar generasi muda tidak melupakan akar budayanya.
“Jangan sampai kita lupa dengan budaya yang kita tempati, dan jangan malu ketika memegang punden di daerah masing-masing, karena itu semua adalah perjuangan waliyullah,” pesannya.
Dengan konsep yang lebih terbuka dan bertumpu pada partisipasi warga, Festival Bulusan 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menguatkan kembali nilai kebersamaan dalam pelestarian tradisi lokal di tengah perubahan zaman.

