Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Puisi: Juliku Rindu

parist  id
Minggu, Juli 11, 2021 | 17:29 WIB

Ilustrasi: Vivi/Paragraph

J U L I K U    R I N D U

Juliku Rindu

Pada langit yang selalu menjadi payung bumi.

Pada hujan yang selalu memeluk pelik.

Juliku Rindu.

Aroma jerami khas bau padi di kota tua,

Melekat sampai ke ubun-ubun.

Bagiku jarak di antara kota tua dan kota madya begitu rumit. 

Menitipkan doa di tempat yang berbeda.

Berteduh di amin yang sama.

Juliku Rindu

Ketika atmaku tak lagi bernyawa.

Semesta sedang berduka.

Kehidupan manusia banyak yang menderita.

Nasib pegawai pun di PHK.

Meneriakkan janji puan,

Kapan kita terbebas dari jeruji pandemi.

Juliku Rindu

Pada tempat hiburan berkunjung wisata,

Pada sekolah kembali belajar tatap muka,

Pada pekerja tidak hanya WFH,

Juliku Rindu

Pada semesta seperti sediakala.


HIDUP ADALAH SALINDRA

Kepada Atma kugenggam masa.

Kepada cinta kupegang seutuhnya.

Salindra.

Aroma cengkeh sepanjang jalan di tengah-tengah kota.

Rimbun di tanah Jawa.

Ketika semesta mengajarkan kita tentang banyak hal.

Banyak dari manusia sibuk pada pilihan.

Ada yang jatuh tersungkur.

Ada juga yang hidup makmur.

Sekalipun di atas kuasa kita,

Sudah tersusun rencana.

Jangan lupa menitipkan doa.

Empunya Prabu.

Tuhan yang maha Esa.

Jangan lupa berpegang pada Agama.

Jika tidak mau tersesat di Neraka.

Berlayar pada jalan yang benar.

Jika ingin menikmati keindahan Surga.

Karena hidupmu bagai Salindra.


WIJAKSANA

Ketika seseorang berhenti bukan berarti dia menyerah,

Ketika setiap orang diuji belum tentu mereka siap.

Ini adalah tentang dimana dia mampu bertahan dan kuat menghadapi cobaan.

Tentang mereka yang masih mau berjuang pada setiap porosnya.

Pada setiap waktu yang peduli pada usia.

Satria kecil bertanya pada bunda.

Bagaimana orang dewasa menyikapi amarahnya.

Apakah menjadi dewasa harus siap menahan luka? 

Adiluhung Wijaksana.

"Uripmu terus mlaku sesandingan Karo wektu, 

Saat nanar tatapannya kelam,

berada diantara jarak kasih yang tak terlupa.

Gowo lakumu, supaya apik nasibmu''

Kesatria.

Tangerang, 01 Juli 2021


* Rohmatus Saidah, Anggota Divisi QOV LPM Paradigma 2021

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puisi: Juliku Rindu

Trending Now