Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Harga Kedelai Impor Meroket, Pelaku Usaha Tahu Alami Kerugian

parist  id
Selasa, April 12, 2022 | 08:59 WIB
Proses produksi tahu milik Sutoyo di Desa Hadiwarno Kecamatan Mejobo, Kudus. (Foto: Titin/Detik)

PARIST.ID, Kudus – Kenaikan harga kedelai awal tahun 2022 membuat banyak pelaku usaha tahu mengalami kerugian. Salah satunya Sutoyo, pemilik pabrik tahu yang berada di Dusun Gambir, Desa Hadiwarno Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

Kenaikan harga kedelai baik lokal maupun import dipicu oleh naiknya inflasi di Amerika Serikat serta biaya logistik yang membengkak di masa pandemi. Faktor lainnya yaitu adanya permintaan kedelai di China yang melonjak signifikan untuk pakan ternak. 

“Kenaikan harga kedelai baik lokal maupun impor terus mengalami kenaikan, hal itu menjadi penyebab usaha ini mengalami kerugiaan yang cukup besar,” ujar Sutoyo saat ditemui tim LPM Paradigma pada Sabtu (12/03/2022).

Sutoyo menjelaskan bahwa kedelai yang ia gunakan memiliki kualitas yang unggul jika dibandingkan dengan kedelai lokal maupun negara lainnya. Bahan baku pembuatan tahu ia dapatkan dari distributor yang diimpor langsung dari Amerika Serikat. Sutoyo juga mengungkapkan perbedaan antara harga kedelai dari Amerika dan China.

“Untuk harga dari Amerika sendiri mencapai Rp 12.200 per kilo, sedangkan kedelai tipe A2 dari China Rp 12.000 per kilo,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Wahid membenarkan bahwa usaha tahu yang telah dirintis sejak tahun 2007 hampir mengalami kebangkrutan akibat mengalami kerugian. Meskipun demikian Wahid meyakini harga kedelai bisa kembali stabil dan usaha tahu yang mereka miliki dapat bangkit dari keterpurukan. 

“Meskipun kerugiannya mencapai jutaan rupiah, kami tetap mempertahankan usaha ini karena merupakan satu-satunya sumber penghasilan yang kami miliki,” ujar Wahid

Kenaikan harga bahan pokok tidak membuat pabrik tahu miliknya berhenti memproduksi tahu. Wahid berharap pemerintah segera mengambil kebijakan untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok ini. 

“Saya tetap memproduksi tahu setiap harinya karena bagi saya ada kemungkinan harga kedelai akan kembali stabil lagi,” jelas Wahid.

Reporter: Titin, Renanda
Editor: Muna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Harga Kedelai Impor Meroket, Pelaku Usaha Tahu Alami Kerugian

Trending Now