Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Mengamati Cara Penyandang Autis Berkomunikasi di Ponpes Al-Ichsaniyyah Kudus

parist  id
Kamis, Juni 15, 2023 | 21:29 WIB
Mahasiswa KPI IAIN Kudus ketika melakukan pendampingan dan interaksi bersama penyandang autisme di Ponpes Al-Ichsaniyyah Kudus

 

Kudus, PARIST.ID - Autis merupakan salah satu penyakit yang mengganggu atau mempengaruhi perkembangan mental dan perilaku seseorang. Penderita autis biasanya mengalami hambatan dalam berinteraksi. 

Penderita autis juga mempunyai hak dalam belajar dan melatih keterampilan umum. Seperti halnya bermain, mengamati, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan dasar

Hal itu yang terjadi dalam kegiatan keseharian penderita autis di Pondok Pesantren Al-Ichsaniyyah Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus pada Senin (05/06/2023).

Dalam kunjungan yang dilakukan sejumlah mahasiswa C2KPI IAIN Kudus, mereka melakukan pengamatan untuk mengetahui bagaimana aktivitas dan cara penyandang autis berkomunikasi. Pengamatan yang dilakukan mulai dari komunikasi verbal dan nonverbal. 

Pengasuh Ponpes Autis Al-Ichsaniyyah Kudus, Yusuf  menyambut baik adanya kunjungan yang dilakukan oleh mahasiswa C2KPI IAIN Kudus. Dalam hal ini Yusuf juga mengenalkan berbagai kegiatan yang dilakukan para penderita autis. Di ponpes ini, kata Yusuf, penyandang autis dibedakan dalam 3 kelas. Setiap kelas juga mempunyai pola pendampingan dan treatment yang berbeda.

“Ketiga kelas ini tidak dibedakan dari segi umur. Tetapi kami memisahnya berdasarkan kondisi dan perkembangan psikisnya,” kata Yusuf.

Kelas pertama disebut kelas perawatan, pada kelas ini termasuk golongan para penderita autis tingkat berat. Sementara, kelas kedua, kelas pra-mandiri dihuni teman-teman penyandang autis sedang. Sedangkan penderita autis ringan didampingi atau dimasukkan dalam kelas mandiri.

“Kelas pra-mandiri biasanya sudah melakukan komunikasi non-verbal seperti menggunakan bahasa isyarat. Kalo yang kelas mandiri itu sudah bisa berkomunikasi verbal, bermain, berinteraksi, dan lain-lain,” tambahnya.

Muhammad Fatkhur Rifqi, perwakilan mahasiswa C2KPI mengaku tertarik dan antusias ketika melakukan kunjungan. Selain memberikan motivasi, sejumlah mahasiswa ini, kata Fatkhur, juga belajar berkomunikasi dan berinteraksi dengan para penderita autis. 

“Kami melihat bagaimana para penyandang autis di sini mempunyai semangat untuk belajar, bermain, berkomunikasi dasar, dan berlatih keterampilan dasar. Artinya, mereka juga mempunyai kesempatan yang sama seperti kita untuk mendapatkan hak mereka,” ujarnya. (Asri)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mengamati Cara Penyandang Autis Berkomunikasi di Ponpes Al-Ichsaniyyah Kudus

Trending Now