Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Mengkaji Peradaban Lewat Festival, UKM KPN Menjadi Volunteer Pengabdian Masyarakat

parist  id
Kamis, Juni 08, 2023 | 09:29 WIB


PARIST.ID, Kudus - Kelompok Pecinta Nalar (KPN) merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus yang giat berpartisipasi menjadi volunteer pengabdian masyarakat dalam kegiatan Festival Memeden Gadhu di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, pada tanggal 1-5 Juni 2023, Senin (06/06/23).

Berangkat dari perwujudan program kerja Merajut perdaban dari komisi keorganisasian dan komisi (RILIS) riset dan kepenulisan, UKM KPN menjalin kerja sama dengan segenap pegiat situs dan kebudayaan yang ada dalam Festival Memeden Gadhu Desa Kepok tersebut. Dalam pengabdiannya, UKM KPN mendelegasikan 9 orang diantaranya Muhammad Rokib, Marfu’atul Mahiroh, Astuti Rahayu, Nurul Hikmah, Ahmad Ditto F., Muhammad Muhyiddin, Muhammad Kharis Ulin N., Natasya Zuliya P., dan Bimo Widjarnako.

Desa Kepuk dulunya belum banyak dikenal orang karena tidak ada potensi seni dan budaya, tidak ada tempat wisata, dan lain-lainnya, maka itulah yang menjadi awal mula inisiatif masyarakat dukuh Karang Sari dalam komunitas Gerakan Masyarakat Peduli Tradisi dan Kebudayaan (Gamapetra) untuk bisa memperkenalkan desa Kepok dengan sebuah tradisi yang diambil dari petani (karena mayoritas penduduknya adalah bertani). 

Sujatmiko selaku Pembina Yayasan Gamapetra menjelaskan bahwa di Desa Kepuk dalam pertaniannya memiliki keunikan dengan memiliki sawah Gadhu, yaitu sawah yang subur, selalu berair, yang selama setahun tidak bisa ditanami tanaman lain selain padi. Dan ketika padi menjadi sasaran hama, maka dibuatlah memeden gadhu (hantu sawah gadhu) oleh masyarakat setempat.

"Sawah Gadhu itu ada sumber mata air yang sepanjang tahun selalu mengalir. Kalau sawah lainnya bisa ditanami selain padi seperti jagung, kacang, dan lain sebagainya, sedangkan sawah gadhu ini sepanjang tahun ya padi terus," ungkap Sujatmiko.

Tepat pada Tahun 2009, dibuatlah agenda tahunan yaitu Festival Memeden Gadhu, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rizki yang diberikan dan dibalut dengan tradisi adanya pemajangan memeden gadhu yang tidak hanya di sawah saja, tetapi banyak ditempatkan di setiap depan rumah warga. 

Dalam festival memeden gadhu yang ke 14 di tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini dalam Festival Memeden Gadhu berkerja sama dengan komunitas di bidang akademik yaitu UKM KPN IAIN Kudus yang mendukung dalam segi sistematika kepanitian dan pengkajian peradaban, dimana dalam salah satu rangkain acaranya yaitu ngaji budaya, dikaji langsung oleh pembina UKM KPN yaitu Prof. Ihsan. Dalam kajiannya, beliau mengkaji bahwa Memeden Gadhu selain sebagai upaya memberikan alternatif dalam membasmi hama di tanaman padi di tengah berbagai pembasmian hama dengan cara yang tidak ramah, Festival Memeden Gadhu hadir dengan simbol wacana pertanian dengan kearifan lokal.

“Ini adalah tradisi, adat, kebiasaan, rutinitas yang menjadi bagian dari ibadah,” tutur Prof. Ihsan.

Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini itu harus bertahan dan dipertahankan. Terlebih diupayakan oleh generasi-generasi selanjutnya agar bisa lestari.

Muhammad Rokib selaku ketua umum UKM KPN menjelaskan bahwa selain menjadi volunteer, UKM KPN juga sekaligus melakukan penelitian.

"Temen-temen UKM KPN tidak hanya membantu dalam segi kepanitiaan seperti menjadi MC, penanggung jawab lomba menggambar dan mewarnai Memeden Gadhu, pengisi acara Ngaji Budaya yang dikaji oleh pembina UKM KPN Prof. Ihsan langsung, akan tetapi kita di sini pun tidak lupa tujuan utama kita yaitu penelitian/melakukan kajian peradaban," jelasnya.

Sujatmiko berharap agar UKM KPN tidak hanya membantu mensukseskan festival saja, tetapi bisa berkontribusi dalam bentuk karya tulis dari hasil penelitiannya.

"Semangat untuk teman-teman UKM KPN dalam mengabdi dan menelitinya. Dan untuk masyarakat desa Kepuk semoga Istiqomah dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal setempat. Dan teruslah istiqomah dalam mengajari generasi-generasi yang akan mendatang dalam pelestarian kebudayaan," pesan Prof. Ihsan.


Penulis: Marfu'atul Mahiroh (Koordinator Komisi Riset dan Kepenulisan)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mengkaji Peradaban Lewat Festival, UKM KPN Menjadi Volunteer Pengabdian Masyarakat

Trending Now