Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Bangkit dari Laka Lantas, Wisudawan UIN Sunan Kudus Ini Buktikan Keterbatasan Bukan Akhir Perjuangan

parist  id
Jumat, Februari 06, 2026 | 23:18 WIB

Potret Laila Nur Hamidah, wisudawan inspiratif dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab.

Kampus, PARIST.ID – UIN Sunan Kudus kembali mencatatkan kisah inspiratif dalam Wisuda Sarjana Ke-XXXX dan Wisuda Magister Ke-XXII yang digelar pada Rabu-Kamis (4-5/2/2026), bertempat di Aula Laboratorium Terpadu Lantai 5.

Salah satu wisudawan yang mencuri perhatian adalah Laila Nur Hamidah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu meski harus menghadapi ujian berat berupa kecelakaan lalu lintas di tengah masa perkuliahan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 24 Juni 2023. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang dari Pondok Pesantren Darussalam Al Akhyar Gondangmanis Kudus menuju Rembang. Sebelumnya, ia mengumpulkan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) di rumah salah satu dosen mata kuliah semester 4.

Sekitar pukul 08.44 WIB, ia melanjutkan perjalanan. Namun nahas, pada pukul 10.06 WIB, ketika melintas di Desa Ngerang, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kondisi jalan yang rusak menyebabkan sepeda motor yang dikendarainya terserempet truk tronton. Akibatnya, ia terjatuh, kaki kiri tertimpa sepeda motor, sementara kaki kanan masuk ke kolong truk dan terlindas ban belakang.

Usai kejadian tersebut, ia segera menghubungi kedua orang tua dan keluarga untuk memberitahukan kondisi yang dialaminya. Sejak saat itu, proses pemulihan panjang harus ia jalani dengan keluar masuk rumah sakit serta menjalani beberapa kali operasi.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pilihan sulit antara melanjutkan kuliah atau mengambil cuti. Atas saran dosen UIN Sunan Kudus dan dukungan teman-teman kuliah, ia akhirnya memutuskan untuk tetap melanjutkan perkuliahan secara daring (online) setelah melalui musyawarah dengan orang tua dan keluarga.

“Alhamdulillah, orang tua dan keluarga mendukung penuh. Saya bisa melanjutkan kuliah secara online hingga sidang di semester 8 dan wisuda di semester 10,” tuturnya.

Tantangan terbesarnya adalah menahan rasa sakit pasca kecelakaan sambil tetap mengikuti perkuliahan, bahkan di sela-sela perawatan medis dan tindakan operasi. Namun, semangat untuk tidak mengecewakan orang tua, keluarga, dosen, guru, serta teman-teman menjadi sumber kekuatan utamanya.

“Saya ingin membuktikan bahwa saya mampu menyelesaikan kuliah tepat waktu meski dalam kondisi yang tidak mudah,” ungkapnya.

Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari kedua orang tua, keluarga besar, dosen UIN Sunan Kudus, guru sejak jenjang TK hingga MA dan Madrasah Diniyah, hingga teman-teman dari masa sekolah sampai perkuliahan.

Di akhir, ia menyampaikan pesan penuh makna kepada adik-adik dan generasi muda.

“Jangan pernah pantang menyerah. Apa pun yang kalian alami dan hadapi, tetaplah semangat. Kalian harus bisa menyelesaikan kuliah dan membanggakan orang tua, keluarga, guru, serta orang-orang di sekitar kalian,” pesannya.

Kisah ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari perjuangan. Dengan tekad, dukungan, dan semangat pantang menyerah, mimpi dapat tetap diraih.

Penulis : M. Aldo Pratama Saputra

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bangkit dari Laka Lantas, Wisudawan UIN Sunan Kudus Ini Buktikan Keterbatasan Bukan Akhir Perjuangan

Trending Now