| Potret Lilis NOOR Hamidah, WisudawanTerbaik PPI. |
Prosesi wisuda yang berlangsung di Aula Lantai 5 Laboratorium Terpadu UIN Sunan Kudus, Rabu (4/2/2026), menjadi momentum istimewa bagi Lilis. Di balik toga dan predikat terbaik yang diraihnya, terdapat proses panjang yang ia jalani sejak sebelum mengenyam bangku perkuliahan.
Sejak tahun 2019, jauh sebelum menjadi mahasiswa UIN Sunan Kudus, Lilis telah merintis Bimbingan Belajar (Bimbel) di rumahnya yang berlokasi di Desa Gulang. Usaha tersebut terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hingga akhir tahun 2025, jumlah murid dan anak didik yang belajar bersamanya mencapai sekitar 70 anak.
“Alhamdulillah, dari bimbingan belajar ini saya bisa memberdayakan mahasiswa-mahasiswa UIN yang lain untuk ikut mengajar. Dari hasil bimbel ini pula saya mendapatkan penghasilan dan mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Lilis.
Selama menempuh pendidikan di Prodi Pemikiran Politik Islam, Lilis mengaku mendapatkan banyak pengalaman positif. Ia merasa lingkungan akademik yang suportif menjadi salah satu faktor penting dalam proses belajarnya.
“Dosen-dosen di Prodi PPI sangat pengertian dan mau membimbing. Fasilitas pembelajaran, terutama laboratorium, juga sangat lengkap. Ditambah lingkungan pertemanan yang saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Wakil Rektor I UIN Sunan Kudus sekaligus dosen Prodi, Siti Malaiha Dewi. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap capaian mahasiswa dan alumni Prodi PPI yang terus menunjukkan kontribusi nyata di berbagai bidang.
“Setiap wisuda selalu ada cerita menarik dari para wisudawan. Bahkan, ada alumni Prodi PPI yang berhasil melanjutkan studi hingga S2 melalui beasiswa. Kami mendorong seluruh alumni untuk terus bersinergi dengan UIN Sunan Kudus dan memberikan pengabdian terbaik untuk Indonesia,” tuturnya.
Pada Wisuda ke-40 UIN Sunan Kudus ini, Program Studi Pemikiran Politik Islam berhasil meluluskan 29 wisudawan. Para lulusan tersebut menuntaskan studi tidak hanya melalui skripsi, tetapi sebagian juga melalui publikasi jurnal ilmiah, sebagai bagian dari capaian akademik mereka.
Kisah Lilis Noor Hamidah menjadi gambaran bahwa keberhasilan akademik dapat berjalan seiring dengan kemandirian dan kontribusi sosial. Dari ruang belajar sederhana di rumah hingga panggung wisuda, Lilis membuktikan bahwa proses, konsistensi, dan keberanian berdaya mampu melahirkan prestasi yang bermakna.

