![]() |
| Dokumentasi kegiatan seminar kurikulum berbasis cinta (15/06) |
Kudus, PARIST.ID - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sunan Kudus menggelar seminar pendidikan kurikulum bebarasis cinta yang bertajuk "Mendidik dengan Hati, Membangun Generasi Islami" bertempat di MTs Manba'ul Ulum, Gondodari, Gebog, Kudus pada hari Senin (15/06/2026).
Di tengah semangat mengikuti program Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan (AMSP), Asrina Citra, Rani Ramdhani, dan Fathimatuz Zahro' juga merancang ruang refleksi bagi para guru MTs Manba'ul Ulum, serta tenaga pendidik setempat yang turut diundang dalam acara tersebut.
Seminar menghadirkan dua narasumber dari lintas perspektif. Manijo, selaku Kaprodi PAI UIN Sunan Kudus, membedah konsep dan implementasi kurikulum berbasis cinta di ruang kelas. Serta Pengawas dari Kementerian Agama Kudus yang berperan sebagai praktisi dalam memberikan kerangka kebijakan sekaligus pengalaman lapangan.
“Kegiatan ini bukan sekadar sebuah forum akademik biasa, melainkan sebuah ruang refleksi bersama tentang bagaimana kita mendidik dan dididik dengan hati, dengan cinta, dan dengan nilai-nilai Islami yang luhur" ujar Fathimatuz Zahro’, selaku Ketua Panitia sekaligus mahasiswa AMSP.
Seminar berlangsung interaktif, dengan sesi simulasi pembelajaran berbasis cinta serta refleksi bersama para guru. Acara ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa AMSP yang membuktikan bahwa peran mahasiswa tidak berhenti di bangku kuliah, tetapi menyentuh langsung ekosistem pendidikan di madrasah.
Sementara itu, Kepala MTs Manba'ul Ulum, Solhi Milad, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa ruang refleksi bagi guru sangat dibutuhkan untuk mengembalikan esensi pendidikan.
Dengan dukungan penuh dari madrasah dan semangat kolaboratif mahasiswa AMSP, kegiatan ini diharapkan menjadi model bagi program asistensi mengajar di tempat lain bahwa perubahan pendidikan bisa dimulai dari hal sederhana, cinta yang terstruktur dalam kurikulum.

