| Dokumentasi kegiatan Pelatihan Pembuatan Briket dari Sekam Padi (28/08) |
Pelatihan tersebut bertujuan mendorong warga memanfaatkan limbah pertanian agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya mendapat penjelasan, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan briket secara langsung.
Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus menjelaskan bahwa proses pembuatan briket diawali dengan pengarangan sekam padi. Arang sekam kemudian dihaluskan dan disaring sebelum dicampur dengan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam cetakan dan dipadatkan. Setelah terbentuk, briket dijemur di bawah sinar matahari hingga kering dan siap digunakan.
Warga Desa Larikrejo mengapresiasi program yang dibawa mahasiswa KKN, Menurut salah seorang warga, kegiatan tersebut merupakan inovasi yang diperkenalkan langsung kepada masyarakat desa. “Sekam padi yang biasanya hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk, ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Pemanfaatan sekam padi sebagai briket juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal. Dengan produksi yang berkelanjutan serta dukungan kualitas dan kemasan yang baik, produk tersebut berpotensi untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga maupun dikembangkan sebagai produk bernilai jual.
Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus berharap warga dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan desa. Pengolahan sekam menjadi briket diharapkan dapat mengurangi limbah pertanian sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat.

