Tularkan Semangat Mahasiswa Sukses Sejak Dini


Motivasi Bisnis: Adietia Rizky Maulana menyampaikan kiat-kiat wirausaha kepada mahasiswa. (Faqih/Paragraph)
KUDUS, PARIST.ID - Perihal sukses dan wirausaha menjadi perbincangan hangat mahasiswa STAIN Kudus. Obrolan tentang kiat dan tantangan wirausaha itu mewarnai seminar yang diselenggarakan oleh UKM KOPMA STAIN Kudus di Gedung PKM STAIN Kudus pada Rabu (15/03/17). Dengan seminar bertajuk “Menjadi Sukses Sejak Dini untuk Mencari Jati Diri" itu KOPMA ingin menularkan semangat wirausaha kepada mahasiswa. 

“Seminar ini bertujuan untuk membekali mahasiswa, khususnya mahasiswa syariah, untuk menjadi calon-calon pengusaha besar. KOPMA merupakan inspirator dan wadah bagi mahasiswa yang ingin berbisnis,” kata Zulfikar selaku panitia seminar kewirausahaan.

Zulfikar menambahkan bahwa komitmen itu berusaha dijaga oleh KOPMA dari tahun ke tahun. Tahun lalu, KOPMA telah mengadakan seminar tentang blogg dan website. Untuk itu mahasiswa dihimbau agar benar-benar memanfaatkan kegiatan-kegiatan sejenis sebagai pemicu semangat dalam berbisnis. 

"Saya harap yang disini bisa belajar secara maksimal," jelasnya.

Narasumber dan pebisnis muda, Adietia Rizki Maulana berharap supaya mahasiswa bisa menjadi pengusaha muda. Mahasiswa diharapkan mampu memaksimalkan peluang yang ada selama masa kuliah.

"Banyak sekali pilihan bisnis, dan itu sangat cocok untuk mahasiswa. Jualan jilbab dan sepatu misalnya," ungkapnya. 

Memulai berbisnis bagi mahasiswa memang membutuhkan kecerdasan dalam mengatur waktu, antara kuliah dan bisnis. Menurut Adietia, syarat utama pebisnis bukanlah modal berupa uang tetapi niat dan keberanian. Itu juga harus diimbangi dengan mendekatkan diri kepada sang pemberi rizki sebagai penentu.

Adietia juga sempat memberikan tips bagi mahasiswa untuk memulai bisnisnya. Salah satu tips itu ialah memerbanyak relasi. Kalau sudah mempunyai relasi, maka untuk menjalankan bisnis akan lebih mudah. 

"Posisikan diri dimanapun kita sebaik mungkin, dan beranikan diri melampaui zona aman," katanya. (Faqih/Far)