ForSUP Jepara Dorong Masyarakat Menjaga Toleransi


WWW.PARIST.ID, JEPARA - Forum Silaturrahmi Untuk Perdamaian (ForSUP) Jepara menyiapkan diri untuk menjadi benteng terdepan dalam menjaga perdamaian dan Kebhinekaan. Ikhtiar tersebut dimulai dengan menebar pesan toleransi kepada masyarakat Jepara melalui sarasehan budaya.

Bertempat di Rumah Makan Lumintu Jepara, Senin (19/3/2018), sarasehan kedua bertema "Merawat Benih Damai Melalui Budaya Lokal," ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan lintas agama. 

Parapto Basuki, perwakilan organisasi Yayasan Damai Untuk Negeri menjelaskan, tujuan utama sarasehan ini yaitu menciptakan atmosfer damai di Kabupaten Jepara. Menurutnya, isu intoleransi sudah sangat menggerogoti sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. Dan itu merupakan persoalan besar yang harus segera dituntaskan.

"ForSUP akan terus berupaya untuk menebarkan pendidikan damai kepada seluruh masyarakat Jepara," tekadnya.

Nur Rahman, Dosen UNISNU menuturkan, dalam perspektif Islam, perbedaan adalah kekayaan luar biasa yang dilimpahkan Tuhan untuk memperindah ciptaan-Nya. Ia menambahkan, melalui perbedaan itu, manusia sangat dianjurkan untuk menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut dalam bingkai kebersamaan.

Hadi Priyanto, Ketua Yayasan Kartini Indonesia,  mengungkapkan, spirit perdamaian dan kebhinekaan harus terus digaungkan. Menurutnya, penyampaian pesan-pesan toleransi akan sangat efektif jika melalui jalan kebudayaan.

Di Jepara, lanjut Hadi, terdapat banyak sekali kebudayaan, tradisi, dan kepercayaan yang semua itu menjadi salah satu kekuatan untuk menjadikan Jepara semakin berdaya. Namun, tanpa adanya toleransi, keberagaman itu akan menjadi salah satu pemicu perpecahan masyarakat.

"Perdamaian untuk negeri, harus kita jaga dan rawat bersama. Serta tidak boleh berhenti, walaupun suasana damai itu telah kita rasakan dan nikmati bersama," pungkasnya. (qih)