Ratu Kalinyamat Dipandang Layak Jadi Pahlawan Nasional


WWW.PARIST.ID, JEPARA- Ratu Kalinyamat sebagai ratu yang pernah berkuasa di Jepara dan berjuang melawan Kolonial Belanda dianggap berbagai kalangan sangat layak untuk menyandang gelar pahlawan nasional.


Hal itu mengemuka dalam peluncuran buku karya Hadi Priyanto yang berjudul "Ratu Kalinyamat, Rainha da Japara" di Pendopo Kabupaten Jepara, Rabu (4/3/2018) malam. Pernyataan itu disampaikan oleh Alamsyah, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro ketika membedah buku tersebut.

Dia beralasan, berdasarkan catatan sejarah, Ratu Kalinyamat bukan hanya dikenal sebagai pemimpin yang adil dan mengayomi rakyatnya. Melainkan juga salah satu ratu yang berani dengan gigih dan berhasil mengusir kolonial Belanda dari wilayah Jepara. Keberanian dan jasa itulah yang menjadi dasar kuat untuk mengajukannya sebagai pahlawan nasional.

Bukti lain yang bisa menguatkan niat tersebut adalah Ratu Kalinyamat berhasil menjadikan Jepara sebagai jalur utama perdagangan internasional. Dan itu menjadikan Jepara menjadi sangat sejahtera dan jaya pada masanya.

"Ikhtiar ini harus kita realisasikan bersama-sama. Saya yakin, seluruh masyarakat Jepara pasti akan sangat mendukung. Tinggal pemerintah saja ini, berani melangkah atau tidak?," Katanya.

Senada dengan Alamsyah, Udik Agus DW, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara sepakat untuk mendorong pemerintah agar mau berjuang sampai Ratu Kalinyamat mendapat gelar Pahlawan Nasional. Dia berpandangan bahwa catatan sejarah Ratu Kalinyamat sudah cukup jelas sebagai bukti dan kekuatan untuk mengajukan nama Ratu Kalinyamat kepada pemerintah pusat.

Kalau nanti pengajuan itu diwujudkan pemerintah pusat, lanjut Undik, Jepara akan semakin dikenal daerah lain sebagai kabupaten yang berada di wilayah pesisir yang mempunyai dua pahlawan dari kalangan perempuan. Setelah sebelumnya R.A Kartini telah dikenal sebagai pahlawan yang memperjuangkan emansipasi wanita.

Hadi Priyanto mengaku sangat bangga atas apresiasi karyanya tersebut yang dijadikan sebagai dasar pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional dari Jepara.

Lelaki yang juga sebagai ketua Yayasan Kartini Indonesia itu sangat berharap kepada masyarakat dan pemerintah Jepara agar selalu sadar menjaga sejarah dan budaya lokalnya sendiri.


"Setelah peluncuran buku ini, saya harap masyarakat, terutama generasi muda mulai memperhatikan sejarah leluhurnya dan kemudian menulis serta membukukannya," pesannya. (Faqih)