Begini Pesan KPU Jateng Kepada Mahasiswa



KAMPUS - Generasi milenial menjadi pemilih terbesar pada pemilu presiden April 2019 mendatang. Maka  dari itu diharapkan para generasi muda  menggunakan hak pilihnya untuk tidak golput serta sudah paham betul dengan calon yang akan dipilihnya nanti.

"Generasi milenial harus cermat dan cerdas dalam memilih. Jangan golput  apalagi mudah termakan hoaks yang beredar di sosial media," kata Ketua KPU Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat, dalam sambutannya pada acara Seminar dan Dialog Politik "Milenial Bicara, Muda Memilih" yang diadakan DEMA IAIN Kudus di gedung SBSN lantai 1, Rabu (20/02/2019).

Hoaks, lanjut Yulianto, menjadi masalah serius dalam menghadapi pesta demokrasi di Indonesia sekarang.

"Para milenial tidak boleh terprovokasi dengan hoaks selama menjelang pesta demokrasi. Apalagi sampai menerima uang politik," jelasnya.

Karena itu diharapkan agar generasi milenial menjadi pemilih yang cerdas, ikut melaporkan permainan uang politik, tidak termakan hoaks dan ikut mensosialisasikan serta berkontribusi dalam pemilu.

Senada dengan Yulianto, Wakil Rektor 1, Dr. H. Supaat, M. Pd, berpesan agar generasi milenial tidak mau menerima uang politik dan menjadikannya sebagai budaya yang masih mengakar di Indonesia

"Jangan sampai uang politik dijadikan anugerah dan mempengaruhi hak suara kalian. Pilihlah sesuai hati nurani dan kemantapan hati. Bukan karena uang," jelas Supaat.

Selain itu menurut Supaat, masalah lain yang tak kalah penting dari uang politik adalah partai politik itu sendiri. Masih banyak partai politik di indonesia yang belum mapan dan dewasa tentang idealisme.

"Pada dasarnya partai politik merupakan wujud memperjuangkan idealisme. Maka dari itu tidak sewajarnya seseorang berpindah pindah partai," jelasnya. (Int/Fal)