KUDUS -  Seorang pendidik tak hanya dituntut menguasai materi dan proses pembelajaran. Namun juga harus memiliki kemampuan mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sesuai dengan keputusan Undang-undang yang berlaku. 

Hal tersebut disampaikan oleh dosen PGMI IAIN Kudus Sulthon S. Pd., M. Ag., M. Pd dalam acara kunjungan observasi sebagai penilaian tugas Ulangan Akhir Semester(UAS) yang diikuti 79 Mahasiswa PGMI B dan C di Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri Cendono Dawe Kudus, Senin(13/05/2019).

Menurut Sulthon, dalam undang-Undang nomor 2 Tahun 2003 menetapkan bahwa sistem pendidikan nasional di dalamnya memuat landasan pelaksanaan pendidikan untuk ABK. Maka dari itu sebagai calon pendidik juga  harus dibekali dan bisa memiliki kemampuan mengenali ABK.

"Seperti kunjungan kali ini. Kalian bisa belajar bagaimana cara memahami dan mengenali ABK," jelasnya.

Kepala Sekolah SLBN Cendono, Sri Hartono berharap mahasiswa PGMI yang berkunjung dapat lebih mengenal dan teliti pada anak-anak yang berkebutuhan khusus, sehingga dapat dipraktikkan jika nantinya memiliki peserta didik yang harus diberikan perhatian khusus. 

"Misalnya kalian menjadi guru di MI atau Mts dan menjumpai peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus, setidaknya kunjungan observasi kali ini dapat bermanfaat untuk kalian nantinya," jelasnya.

Sedangkan mahasiswi PGMI semester dua, Windy Aprilya Pangastutik mengaku bangga dan senang karena bisa mengenal anak-anak berkebutuhan khusus dan belajar secara langsung di tempatnya. Menurutnya seorang pendidik harus mengerti karakteristik dan ciri-ciri anak berkebutuhan khusus terutama pada layanan pendidikannya.

"Alhamdulillah saya bisa mengenal anak-anak istimewa dari berbagai latar belakang yang berbeda di sini, seperti anak tuna netra, tuna rungu, tuna grahita sampai anak tuna daksa dan cara mengajarnya," katanya. (Windy)

KUDUS - Paska pembentukan kepengurusan periode 2019-2024, Teater X Kudus mengadakan buka bersama sebagai agenda pertama kepengurusan untuk tingkatkan silaturahim antar anggota di lavamong cafe, Peganjaran, Kudus, Minggu (12/05/2019).

Teater X buka bersama di Lavamong Cafe

Lurah Teater X, Saiful Mu'minin mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mempererat tali persaudaraan antar anggota.

"Acara ini juga diisi dengan beberapa pementasan dari anggota teater X," ujarnya.

Selain itu, menjadi langkah awal dari berdirinya teater X di kancah perteateran Kudus.

"Momentum ini akan sangat kami manfaatkan untuk bisa merumuskan karya-karya kami kedepan " tambah Ipul.

Menanggapi hal tersebut pembina teater X Muhammad Zaini S.Pd. M.Pd., berharap kegiatan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi juga sebagai pemicu teater X untuk terus berkarya.

"Semoga dengan adanya acara seperti ini tidak hanya sebagai ajang kumpul-kumpul melainkan sebagai pijakan awal untuk bisa berkarya dan meramaikan khasanah perteateran Kudus," Harapnya. (Dlowi)

KUDUS - Perhimpunan Pers Mahasiswa (PPMI) Dewan kota Muria akan mengadakan ngabuburit dan buka bersama, Minggu (12/05/2019) mendatang. Agenda tersebut merupakan kegiatan pertama paska pembentukan kepengurusan periode 2019 yang akan dilaksanakan di gedung Kegiatan Mahasiswa (PKM) IAIN Kudus.

Sekjen PPMI DK Muria Oky Ardiansyah mengatakan bahwa kegiatan tersebut hasil dari kerja sama dengan Parist Penerbit dan Perkumpulan Anima Mundi yang merupakan pegiat literasi yang kemarin telah menerbitkan buku berjudul "Yang asing di kampung sendiri : Kudus dalam prosa jurnalisme".

"Nanti acaranya juga akan diisi pelatihan jurnalisme sastrawi. Jadi tidak hanya ngabuburit dan buka bersama saja," Ujar Oky.

Selain itu, menjadi tonggak awal kebangkitan pada lembaga Pers Mahasiswa  DK. Muria dan serta ajang silaturahmi pertama untuk membangun kekeluargaan dan berbagi ilmu dalam lingkup LPM se-DK Muria 

"Silaturahmi sangat kami perlukan untuk membangun kemistri serta kekompakan PPMI DK Muria, apalagi pengurus tahun ini merupakan pengurus baru semua" Tambah Oky.

Menanggapi hal tersebut Ali Murtadho selaku Pengurus PPMI Dk Muria perwakilan dari  LPM Paradigma berharap dengan di laksanakan kegiatan tersebut dapat menambah kualitas kepenulisan dari LPM-LPM Dk Muria. 

"Semoga dengan adanya pelatihan Jurnalisme Sastrawi ini dapat meningkatkan kualitas SDM dan kepenulisan kita, dan memberitahukan bahwa penyampaian berita/informasi bisa di kemas secara luwes atau berbagai genre" jelasnya sebagai tuan rumah. (Ali)


KAMPUS - Dalam rangka menyambut bulan suci ramadan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Konseling (BK) Islam IAIN Kudus membagikan jilbab gratis sebagai wujud "Gerakan Menutup Aurat pada bulan Ramadan" di sekitar taman Krida Kudus, Sabtu (04/05/2019).

Ketua HMPS BKI, Rizal Fakih mengatakan kegiatan bagi jilbab gratis ini merupakan salah satu bentuk aspirasi dari beberapa mahasiswi yang merasa mempunyai banyak jilbab yang tidak terpakai.

"Bukan jilbab baru tapi jilbab yang sudah tidak dipakai daripada mubadzir. Untuk donasi jilbabnya sendiri kita dapatkan dari mahasiswi dan dosen. Alhamdulillah banyak yang antusias untuk berdonasi," syukurnya. 

Meskipun begitu, Rizal mengaku beberapa mahasiswa ada yang tidak bisa ikut mendonasikan karena terhalang dengan jarak.

"Banyak yang sudah di rumah jadi tidak bisa ikut berdonasi. Untuk konsep sendiri kita memang belum terlalu matang. Tapi untuk ke depannya akan diperbaiki lagi," jelas Rizal. 

Salah satu penerima jilbab gratis, Irma(30) mengatakan kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang positif dan bagus untuk dijadikan contoh mahasiswa lainnya. 

"Nantinya jilbab ini bisa saya pakai waktu tarawih di bulan Ramadan," katanya. (Anam)

Kudus- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studio Music School (SMS) IAIN Kudus mengadakan acara anniversary ke-22 tahun dan temu alumni dengan tema "Usiaku Wujud Karyaku" di GOR IAIN Kudus, Selasa (30/04/2019).

Acara ini dibuka dengan pertunjukan musik pada siang hari dan dilanjut pemotongan tumpeng bersama alumni pada malam hari.

Ketua Panitia, Roby Hermawan mengatakan bahwa acara ini diadakan sebagai bentuk apresiasi kepada alumni yang telah bersusah payah dalam mengembangkan UKM musik dari 22 tahun lalu. Dan juga sebagai wadah para alumni-alumni untuk menjalin silaturahmi.

"Dalam jangka satu tahun kepemimpinan organisasi, kita tidak selalu ketemu dengan alumni. Selain sebagai perayaan anniversary dan temu kangen, juga untuk mengetahui perkembangan adek-adeknya setahun ini," jelas Roby.

Ia menambahkan tema "Usiaku Wujud Karyaku" dipilih karena UKM musik basicnya adalah seni, jadi untuk targetnya lebih kepada karya. Dan diharapkan di usia ke-22 banyak karya yang akan dihasilkan.

"Usia mencerminkan banyaknya karya yang dihasilkan. Jadi kami semua akan berusaha menciptakan banyak karya di usia yang terbilang cukup matang bagi sebuah UKM," tambahnya.

Selain itu, salah satu alumni UKM SMS, Imam Syafi’i mengaku merasa sangat terkesan dengan diadakannya acara tersebut. acara yang diadakan satu tahun sekali ini dimanfaatkan olehnya sebagai ajang reuni dan bentuk perekatan antara anggota dengan alumni.

"Saya berharap semoga UKM Musik bisa lebih berkembang dalam memperluas jaringannya, terutama di daerah Kudus dan sekitarnya," harapnya.  (Ina/Anisa)

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.