JAKARTA - Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo mengajak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun Indonesia menjadi lebih baik. Menurutnya, mereka merupakan  patriot yg menginginkan negara Indonesia untuk semakin maju, adil dan makmur. 

Hal tersebut disampaikannya dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih pemilu 2019 di ruang sidang lantai dua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (30/06/2019).

Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang tidak bisa dibangun oleh satu, dua, atau sekelompok orang saja.

"Marilah kita bangun Indonesia bersama-sama. Indonesia adalah rumah kita semua yang harus kita jaga," jelasnya. 

Untuk itu, Jokowi juga mengajak seluruh rakyat Indonesia agar melupakan pertikaian yang pernah memecah belah bangsa Indonesia.

"Lupakan pertikaian antara kubu 01 dan 02. Kita harus bersatu kembali karena Indonesia merupakan negara persatuan," tegasnya. 

Senada dengan Jokowi, Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Ma'ruf Amin mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk kembali rukun. Jangan lagi ada pertikaian hanya karna berbeda pilihan politik.

"Semua harus kita akhiri. Mara kita sambung kembali tali silaturahmi sebaga bangsa yang mengagungkan persatuan," ajaknya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan untuk membangun Indonesia lebih maju dan sejahtera.

"Ini adalah tanggung jawab yang kami terima dengan ridho dan ikhlas. Kami berjanji untuk selalu bekerja keras," (Falis)

KAMPUS - Kabar gembira bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah lulus dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari 3,5. Pasalnya, Kementerian Agama membuka beasiswa Program Magister Lanjut ke Doktor (PMLD) untuk alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Program ini merupakan varian dan inovasi dari program 5000 Doktor dalam negeri dengan skema akselerasi S2 langsung S3 dalam satu waktu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rektor IAIN Kudus Dr. Mundzakir pada acara wisuda ke-25 periode Juni 2019 fakultas tarbiyah di Gedung Olahraga (GOR) IAIN Kudus, Minggu (30/06/2019).

"Setelah selesai menjalankan studi dengan beasiswa PMLD ini, kalian bisa langsung menjadi dosen di lingkungan PTKIN," Jelasnya.

Dilansir dari Website resmi Kementerian Negeri Agama (Kemenag) Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Arskal Salim GP mengatakan, jumlah dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang bergelar Doktor masih minim. 

Untuk itu, lanjut Mundzakir, bahwa faktanya IAIN Kudus pun masih kekurangan tenaga dosen sedangkan jumlah peminat mahasiswa semakin bertambah. 

"Perbandingan antara mahasiswa dengan dosen di IAIN Kudus saat ini 1 : 75. Padahal, perbandingan yang ideal itu 1: 35," tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Mundzakir, Peluang menjadi dosen di IAIN Kudus masih sangat banyak dan mengutamakan alumni dari IAIN Kudus sendiri yang akan mengajar di kampus tempat mereka pernah menimba ilmu. 

"IAIN Kudus masih menerima lulusan terbaik dari kampus kita sendiri. Kita utamakan alumni supaya bisa menjadi dosen di IAIN Kudus. Semoga IAIN Kudus menjadi lebih besar, maju, dan jaya," jelasnya. (Arum)

KAMPUS - Peminat IAIN Kudus terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat sekitar 11.673 pendaftar dengan masing-masing jalur prestasi berjumlah 4.851 pendaftar, jalur UM-PTKIN 5.539 pendaftar, dan data sementar jalur mandiri sementara berjumlah 1.243 pendaftar.
Rektor IAIN Kudus Dr. Mudzakir Beserta Jajarannya di Acara Wisuda Mahasiswa IAIN Kudus, Sabtu (29/06/2019)
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rektor IAIN Kudus Dr. Mundzakir pada acara wisuda ke-25 periode Juni 2019 fakultas syariah, ekonomi dan bisnis islam, dakwah dan komunikasi islam serta Ushuluddin di Gedung Olahraga (GOR) IAIN Kudus, Sabtu (29/06/2019).

"Angka tersebut masih akan terus bertambah karena untuk jalur mandiri kami masih membuka pendaftaran sampai tanggal 17 Juli 2019," Jelasnya.

Selain itu, Mundzakir juga menambahkan bahwa IAIN Kudus akan terus berjuang meningkatkan mutu, mengembangkan visi sebagai perguruan tinggi Islam unggul di bidang pengembangan ilmu Islam terapan. 

"Ada lima UIN yang akan Go Internasional. Sebagai IAIN yang baru berumur setahun, kita akan terus mengejar posisi untuk menjadi lebih baik lagi," tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Mundzakir, terdapat beberapa program yang dicanangkan, di antaranya yaitu program akselerasi 5.000 doktor, program guru besar dan program percepatan kelulusan untuk mahasiswa S-1. 

"Saat ini IAIN Kudus juga memiliki 26 prodi untuk jenjang S-1 dan 3 prodi untuk jenjang S-2. Untuk akselerasi kelembagaan, IAIN Kudus terus mengejar posisi menjadi PTKIN terbaik," jelasnya.

Pada kesempatan kali ini IAIN Kudus meluluskan sebanyak 1.512 wisudawan dan wisudawati. Mundzakir berharap mahasiswa IAIN Kudus mampu memanfaatkan ilmu yang sudah diperoleh dapat bermanfaat untuk masyarakat. 

"Kami berharap lulusan IAIN Kudus menjadi orang yang berkompeten di masyarakat," harapnya. (Arum)


KAMPUS - Andu Bina Satuan Kwartir daerah Jawa Tengah, Dzunuwanus Ghulam Manar menjelaskan karakteristik golongan pramuka setelah penegak atau yang biasa disebut Pandega di era millenial adalah harus mampu melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupan agar lebih produktif, efisien, pandai berkomunikasi, memiliki pandangan yang terbuka, Inovatif, tanggung jawab, mandiri, dan juga peduli terhadap sesama. 

"Karakter itu penting, tidak dilihat dari pakaian yang kita kenakan tetapi dapat dilihat dari apa yg kita lakukan terhadap diri sendiri dan orang lain," jelasnya dalam acara seminar Latihan Gabungan Perguruan Tinggi (LATGAB PERTI) Se-Jawa dan NTB ke-14 yang diadakan oleh Racana Sunan Kudus-Rabi'ah al-adawiyyah IAIN Kudus bekerja sama dengan Racana Kusuma Dilaga-Woro Srikandhi IAIN Salatiga di SBSN lantai 1 IAIN Kudus, Kamis (28/06/2019).

Ketika kita sudah pandai berkomunikasi, lanjut Dzunuwanus, akan memudahkan dalam membantu sesama. Jika sudah begitu rasa simpati dan empati akan muncul dengan sendirinya.

"Manfaatkan teknologi dengan baik untuk membantu sesama," tuturnya.

Senada dengan Dzunuwanus, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinung Nugroho mengatakan bahwa sebagai pemuda khususnya Pandega di era millenial harus update data dan juga informasi sekaligus jejaring guna menghadapi kompleksitas masalah dan keterkaitan semua pihak masyarakat untuk dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga keutuhan NKRI.  

"Pemuda itu harus peduli, empati dan berbagi terhadap sesama demi keutuhan NKRI," kata Sinung. 

Ia menambahkan, pemuda perlu menerapkan sikap kenegaraan dalam perbedaan pendapat, yaitu sikap semangat, inisiasi dan juga prestasi

"Tidaklah penting berapa kali kamu gagal atau berhasil, Tetapi yang terpenting keberanian untuk jatuh dan siap untuk bangkit dalam Kegagalan. Tetaplah rendah hati dalam prestasi yang dimiliki, " tegasnya.

Komandan Satuan Tugas Racana IAIN Kudus, Adi Wicaksono Nugroho mengaku kegiatan LATGAB PERTI ini dimaksudkan untuk menumbuhkan wawasan pramuka dalam hal ketanggapan bencana. Setelah itu, kegiatan dilanjut pada malam harinya tentang materi bagaimana cara memadamkan api dan juga kegiatan penanaman pohon Berkesi di ternadi. 

"Output dari kegiatan ini diharapkan pramuka dapat siap dalam segala kondisi karena di Indonesia merupakan negara rawan bencana sebagai Pandega harus bisa tanggap bencana," terangnya. (Arum)

Kampus - Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) IAIN Kudus me-launchingkan website resminya dengan domain ksr.iainkudus.ac.id yang merupakan sub domain dari Website IAIN Kudus pada ulang tahunnya ke-21 dengan tema "The Role of Technology and Information System in The Volunteering World" berlangsung di depan gedung fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Minggu malam (23/06/2019).
Perayaan HARLAH KSR PMI IAIN Kudus
Pembina KSR PMI IAIN Kudus, Muhammad Mudhofir mengatakan pembuatan website ini sudah lama direncanakan namun baru saja terfasilitasi dengan mengajukan surat permohonan ke bidang Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD). 

"Kami melalui proses yang tidak mudah dan harus menunggu untuk dapat menjadi website resmi," kata Mudhofir. 

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan pembuatan Website ini sebagai media bagi para anggota KSR untuk dapat lebih aktif mempublikasikan kegiatan-kegiatan KSR, prestasi-prestasi yang dicapai dan mengembangkan kemampuan di bidang teknologi dan informasi. 

"Agar Kegiatan KSR tidak hanya dapat dilakukan di tingkat regional tapi bisa dinaikkan sampai ke tingkat nasional. Nantinya website akan di kelola oleh anggota KSR yang tergabung dalam tim berjumlah 3-4 orang," jelasnya. 

Senada dengan Mudhofir, Ketua KSR PMI IAIN Kudus Muhammad Ilham mudhoaf munir mengatakan bahwa nantinya website tidak hanya diisi oleh kegiatan KSR saja, tetapi juga informasi dan juga video menarik mengenai kesehatan bagi para mahasiswa, dosen dan seluruh civitas akademik IAIN Kudus. 

"Dengan adanya website ini diharapkan seluruh anggota KSR dapat berkembang dari segi kualitas dan kuantitas serta dapat menjadi penghubung antar unit KSR lainnya," harapnya. (Arum)

KUDUS - Dosen fakultas tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Nur Said dalam ceramahnya mengatakan tradisi kupat lepet merupakan Semangat idulfitri atau semangat kemenangan yang di simbolkan melalui kuliner dan diperkenalkan oleh sunan kali jaga.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam momentum halal bihalal Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Gedung Olahraga (GOR) IAIN Kudus, Minggu (16/06/2019).

“Semangat idulfitri adalah semangat juara, dimana kita berlomba menjadi lebih baik menuju fitrah dengan semangat jalan menuju kebaikan" tuturnya.

Nur Said memaparkan bahwa Kupat berarti mengakui, sedangkan lepet diambil dalam bahasa jawa artinya salah. Jadi mengakui kesalahan. Kupat adalah menyadari bahwa manusia hina, lemah, dan banyak salah. 

"Seperti pada momentum hari raya idul fitri untuk menyambutnya dengan semangat dan saling mengakui kelepatan atau kesalahan. Bila kita sudah berani mengakui kesalahan maka kita sudah bisa menjadi pemenang dalam diri kita sendiri," jelas Nur Said

Ada juga yang mengartikan, lanjutnya, kupat yaitu melakukan empat perkara. Pertama lebar yaitu selesai melakukan ibadah bulan suci ramadan kita menyadarai proses riyadoh atau latihan yang dilanjutkan pada bulan syawal dan bulan selanjutnya.

Kedua lebur, melebur kesalahan-kesalahan dosa yang akan kita miliki dan saling maaf memaafkan, disertai iqrar mohon maaf lahir batin. Maksudnya untuk meleburkan dosa salah paham diantara sesama kemudian menuju jalan fitrah.

"Setelah meleburkan dosa, yang Ketiga luber yaitu meluberkan segala kelebihan yang dimiliki kita berasal dari Allah baik itu berupa dari ilmu, harta atau potensi-potensi lainnya yang kita bagikan kepada sesama," kata Nur Said.

Keempat Labur yakni diambil dari warna labur yang berwarna putih maksudnya memutihkan dengan membangun semangat atau kembali fitrah ke jalan yang lurus dengan menyadarkan diri, sadar akan kekurangan kesalahan. 

"Semangat laku papat tadi semoga tetap tercurahkan paska hari raya idulfitri dan semoga dapat istiqomah,” harapnya.

Ketua HMPS KPI, M. Budi Santoso mengatakan semoga acara ini dapat menjadi media  saling maaf memaafkan baik itu dari mahasiswa ataupun dosen kita. 

“Sudah selayaknya kita selaku muslim hendaklah melapangkan dada untuk saling memaafkan satu sama lain sehingga tercipta ukuwah islamiyah, terjalin tali persaudaraan yg semakin kuat, dan semoga di bulan Syawal kita benar-benar kembali fitrah” tuturnya.

Sedangkan, Kepala Prodi (Kaprodi) KPI, Riza Zahriyah Falah  mengapresiasi pada kegiatan halal bihalal yang pertama kali di adakan HMPS KPI IAIN kudus. 

“Saya sangat gembira dan bahagia, semoga kegiatan positif ini bisa berjalan terus dan bisa menjadi program tahunan dan semoga tahun depan bisa lebih semarak lagi” Ujarnya. 

Senada dengan Riza, Dekan Fakulras Dakwah Dr. Masturin, berharap kegiatan ini bisa berlanjut hingga tahun depan, termasuk seluruh prodi yang ada di fakultas Dakwah. 

"Semoga tahun depan kita bisa mengadakan halal bihalal bersama prodi-prodi yang ada di fakultas dakwah," harapnya. (Ali)


KAMPUS – Gus Ulil Abshar Abdalla menjelaskan rohani yang sehat adalah ketika manusia mampu membatasi kegiatan mengkonsumsi makanan dan minuman dengan bijaksana dan tidak berlebih-lebihan. Sebab mengkonsumsi apapun yang halal sekalipun secara berlebihan bisa merusak kehidupan rohani atau kejiwaan.

Hal itu disampaikannya dalam acara halal bihalal dan kopdar ngaji ihya’ ulumuddin yang diadakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kudus bekerjasama dengan IAIN Kudus di aula SBSN lantai 1 IAIN Kudus, Jum’at malam (14/06/2019).

“Manusia harus belajar menjaga rohaninya sendiri. Bagaimana Manusia mencapai rohani yang sehat? Agar jasmani manusia tidak bersifat kasar maka ia harus mengurangi konsumsi barang ataupun makanan secara berlebihan yang akhirnya tidak mengandung manfaat,” katanya.

Dari segi kehidupan saja, Gus Ulil mencontohkan, kita hidup di mana Kelimpahan kematerial yang sangat luar biasa. Berbagai jenis makanan siap konsumsi mudah kita temukan.
ANTUSIAS : Para Jamaah Halal Bihalal dan Kopdar Ngaji "Ihya' Ulumuddin" bersama Gus Ulil Abshar Bbdalla. FOTO: Ali/PARAGRAPHFOTO.
Imam Ghazali menerangkan dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, lanjut Gus Ulil, rasa lapar dapat mempermudah melaksanakan ibadah dengan tekun.

"Barang siapa yang kekenyangan, maka ia akan menjadi malas untuk melakukan berbagai ketaatan, tulisnya dalam kitab Ihya Ulumuddin,” jelasnya. “Sebab begitu perut penuh, maka otak akan malas berpikir dan mudah untuk tertidur. Maka jangan cemas terhadap lapar,” tambah Gus Ulil.

Gus Uili menegaskan bahwa teori Imam Al Ghazali tersebut sekarang di praktikan beberapa kominitas dunia. Kini ada satu tren pola hidup yakni pola hidup Minimalistik, yaitu dalam praktiknya  kita mengurangi sampah dan membersihkan barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan di rumah.

“Barang yang tidak kita butuhkan di buang dengan cara mensedekahkan atau mendistribusikan ke orang-orang yang mungkin lebih membutuhkan,” jelasnya.

Wakil LAKPESDAM PCNU Kudus, H. Asyrofi Masyito mengatakan ngaji Ihya’ sekaligus halal bihalal ini merupakan untuk membersihkan hati, mental, spiritual dan keilmuan. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar IAIN Kudus yang telah bersedia bekerjasama dengan LAKPESDAM PCNU Kudus demi suksesnya acara ini.

“Kami mengucapkan terimakasih karena IAIN Kudus sudah mau meminjami tempat. Dan perlu kami sampaikan mayoritas pengurus NU itu ya dari IAIN Kudus ini,” jelasnya.

Mewakili rektor, Wakil Rektor I Dr. H. Supaat mengapresiasi acara ini. Karena selain mampu mencerdaskan bangsa di bidang ilmu spritual, bisa memperkenalkan IAIN Kudus ke seluruh dunia sehingga bisa populer di kalangan banyak masyarakat.

“Acara yang sangat bermanfaat. Semoga setelah mengikuti acara ini nalar spiritual kita semakin terasah dan IAIN Kudus mampu di kenal sampai ke penjuru dunia,” harapnya. (Windy/Al/Fal).


KAMPUS – Kembalinya ke fitri harus mampu menguatkan porsi diskusi seluruh dosen dan pegawai kampus di semua fakultas. Diskusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan Islam maupun umum dalam menjawab persoalan masyarakat. Agar tak ada lagi diskusi politik praktis yang selalu beredar di grup whatsaap.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Mundakir dalam momen halal bihalal IAIN Kudus diikuti oleh seluruh dosen dan pegawai kampus, di Gedung Olahraga Kampus Timur, Senin (10/06/2019).

Halal bi Halal IAIN Kudus merupakan wujud perekat semua pihak di civitas akademik untuk saling menyatukan visi yang sama, yaitu membesarkan dan memajukan kampus IAIN Kudus. Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan Halal bi Halal untuk kembali kepada fitrah akademik IAIN Kudus.

“Jika kita sudah bisa mengembangkan keilmuan maupun persoalan akademik, maka kita sudah berhasil kembali pada fitrah akademik. Namun ketika belum bisa mengadakan diskusi-diskusi tersebut, berarti di Idul Fitri ini belum bisa kembali ke fitrah akademik atau dunia kampus sepenuhnya,” jelas Mundzakir. 

Menurutnya, sebagai manusia yang mengabdi di dunia pendidikan sudah sepantasnya menibukkan diri  untuk berdiskusi akademik tentang perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan agama untuk menjawab problematika persoalan masyarakat saat ini. Bukan sibuk untuk membicarakan politik praktis yang ada di kampus.

“Seperti yang sudah dilakukan di Fakultas Ushuludin, semua fakultas pimpinannya harus aktif dalam mengembangkan diskusi. Para pimpinan fakultas harus mengadakan diskusi akademik, agar terbiasa untuk melaksanakan diskusi secara langsung maupun melalui grup-grup whatsaap,” terang Mundakir

Wakil Rektor II IAIN Kudus, Nor Hadi mengatakan IAIN Kudus adalah lembaga yang sedang bertransformasi, oleh karena itu membutuhkan semangat bekerja yang ada di dalamnya. 

“Tak kalah penting, kita harus menyiapkan akreditasi yang saat ini sudah dirancang. Semoga kita semua bisa mengantarkan akreditasi yang menjadi lembaga kita lembaga yang baik di mata stagholder IAIN Kudus,” ungkapnya Selaku Ketua Panitia Halal bi Halal.

Diawal Syawal ini, lanjutnya, kita jadikan suasana semangat untuk memperkuat dan  mempercepat dalam memajukan lembaga birokrasi kampus IAIN Kudus.   

“Kampus harus semakin kondusif dan semakin baik. Bisa menciptakan suasana kerja yang lebih aman, nyaman dan pastinya menjadi kampus yang lebih baik lagi untuk ke depannya,” pungkasnya. (Falis/Salam)



KAMPUS – Jelang Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 yang merupakan ajang kompetisi tingkat nasional mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama, sekitar 200 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus mengikuti seleksi calon kontingen di gedung rektorat lt.3, Jum’at (31/05/2019).

Wakil Rektor III, Dr. H. Ihsan M,Ag mengatakan Penyeleksian dilakukan berdasakan kriteria yang ada dalam juknis. Namun, nantinya hanya 100 kontingen yang akan dikirim berdasarkan nama dan juga cabang lomba yang diikuti.

Dari 37 cabang perlombaan yang akan dipertandingkan, IAIN Kudus akan mengikuti 30 cabang lomba,” tuturnya .

Ia juga menyampaikan bahwa pengiriman nama kontingen yang akan mewakili IAIN Kudus harus sudah diterima panitia penyelenggara terakhir 14 Juni 2019. Mahasiswa yang ikut seleksi harus memenuhi dua syarat, yaitu benar-benar mahasiswa aktif yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) dan menunjukkan Kartu Mahasiswa (KTM).

Tidak ada batasan usia. Kalau tahun kemarin kan ada batasan usia” kata IhsanIa menambahkan apabila yang mengikuti perlombaan bukan peserta yang terdaftar, maka otomatis akan di diskualifikasi. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk sportivitas dalam perlombaan. “Nantinya kontingen yang terpilih akan di dampingi oleh 12 pendamping dan 12 official,” tambahnya.
Proses wawancara seleksi oleh tim penyeleksi
Ihsan berharap, tim penyeleksi dapat menghasilkan kontingen yang memenuhi target kemenangan. Ia sangat optimis bahwa IAIN Kudus tidak tertinggal angka dengan PTKIN lainnya dan sangat bersyukur jika dapat masuk ke dalam 5 besar.

“Dari cabang olahraga banyak mahasiswa yang sudah terlatih dan sangat antusias untuk mengikuti perlombaan. Masih ada waktu sekitar sebulan untuk berlatih karena pelaksanaanya di tanggal 15-21 Juli 2019. Semoga sisa waktu tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh para kontingen nantinya,” harapnya.

Sedangkan Kasubag Kemahasiswaan, Sutanto mengatakan bahwa revisi Juknis dari penyelenggara PIONIR mengalami keterlambatan sehingga kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa yang telah mendaftar seleksi. Meskipun demikian, seleksi perlu dimaksimalkan.

“Kami sudah membuat jadwal seleksi untuk semua cabang mulai dari 30 Mei 2019 dan 1 Juni 2019. Rencananya nanti di tanggal 10, 11, dan 12 Juni 2019 akan kami adakan finalisasi seleksi,” jelasnya.

Salah satu peserta seleksi PIONIR cabang lomba debat konstitusi, Medan Wijaya mengaku sangat senang dapat mengikuti seleksi ini dan merasa memiliki kebanggan tersendiri.   

“Semoga saja bisa lolos seleksi dan mengikuti perlombaan dengan sebaik-baiknya. Memberikan yang terbaik untuk almamater,” harap mahasiswa semester 2 Fakultas Syariah Program Studi Ahwalus Sakhsiyah. (Arum)

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.