Dua Tahun Berdiri, Berharap Budaya Tetap Lestari


JEPARA, PARIST.ID - Berdiri sejak 24 November 2018, Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jepara berharap kebudayaan lokal tetap dilestarikan oleh masyarakat khususnya Kabupaten Jepara. Hal ini dikarenakan kebudayaan akan kuat jika masyarakat sendiri yang melestarikan.

Matra sendiri merupakan organisasi masyarakat yang bergerak dibidang kebudayaan. Memiliki visi menjaga, merawat dan melestarikan kebudayaan Nusantara agar tak punah dan menjadi sumber belajar hidup bagi rakyat Indonesia. Matra Jepara telah mengadakan berbagai even seperti pelantikan, halal bi halal, harlah, Kemah Matra, Sajen (Sarasehan Ngaji Bareng) dan lain-lain. 

Berawal dari keresahan tergesernya kebudayaan lokal akan kemajuan modern, yang diidentikan dengan perkembangan industri, Matra Jepara ingin menggeser stigma masyarakat yang menganggap kebudayaan adalah memakai pakaian adat semata dan menghabiskan banyak anggaran dana (mahal). 

Padahal, budaya merupakan hasil cipta karsa manusia yang ditimbulkan oleh semangat kemanusian yang adil dan beradab. Ia muncul sebagai respon terhadap fenomena sosial yang terjadi atau ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Hasil karya Nusantara itu harus dimunculkan kembali sebagai bentuk cinta tanah air budaya Nusantara. Membentengi diri dari budaya asing yang kian merata adalah tugas sebagai generasi muda. Oleh karenanya, Matra Jepara hadir sebagai ‘rumah’ kebudayaan bagi pecinta budaya Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, pada 2020 dengan diketuai oleh Lena Efendi, Matra Jepara menggelar pementasan seni budaya Nusantara dan berharap akan menjadi agenda tahunan Matra Jepara.(red)