Ketua FASBuK : Jangan Lupa Tradisi Jawa

KUDUS, PARIST.ID -Melalui pertunjukanForum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) edisi Februari kali ini, pemuda Kudus harus bisa belajar dan mencintai budaya Jawa. Sebagai generasi millenial, diharapkan mampu memperhatikan perkembangan sejarah tradisi yang ada di daerahnya. 

Demikian itu disampaikan Ketua Badan Paksana, Arfin Akhmad Maulana, dalam  agenda rutin FASBuK bersama kelompok musik Gubuk Seni. Pertunjukan yang dibawakan bertajuk Kidung Katresnan ini bertempat di Lapangan basket Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (25/02/2019).

"Jangan pernah melupakan bahasa ibu, kita berasal dari Jawa jadi jangan melupakan tradisi Jawa." ujarnya.

Arfin, menambahkan, tema Kidung Katresnan berakar dari kian lunturnya sastra dan kesenian Jawa di Kudus. 

"Saat ini di Kudus, sastra Jawa sangat jarang sekali. Kami datangkan konsep ini dengan tajuk geguritan dan musik tradisional," kata Arfin.

Kidung Katresnan sendiri mempunyai makna musik yang memuat unsur-unsur kasih sayang dan cinta.

Sementara itu, Ketua dari Gubuk Seni, Imam Syafi'i, menjelaskan, cinta manusia tidak hanya satu objek saja. Objek cinta meliputi cinta kepada Yang Kuasa, cinta kepada Negeri, dan cinta kepada lawan jenis. 

"Cinta itu tidak satu objek saja, ada cinta kepada Yang Kuasa, Negara, dan lawan jenis. Cinta tersebut telah kami sampaikan melalui musik." tandasnya. (Zaki,Tin/Um)