Musthofa : Unggulkan Diri, Fokus Asah Potensi



KAMPUS- Jika berbincang mengenai SDM tentunya penting untuk meningkatkan kualitas dan potensi diri termasuk mahasiswa IAIN Kudus.
Demikian itu disampaikan DPR RI Komisi XI, Musthofa, dalam seminar kewirausahaan bertajuk "Peran dan Fungsi Bank Indonesia dalam Pengendalian Inflasi Daerah". Bertempat di Gedung SBSN Lantai II, acara dihadiri ratusan mahasiswa pada Rabu, (11/03).
Menurut Musthofa, dalam memberdayakan ekonomi masyarakat dan peningkatan SDM yang unggul penting untuk mendukung stabilitas ekonomi Indonesia.
"Terdapat enam program yang diprioritaskan untuk menstabilkan ekonomi," kata Bupati Kudus 2008-2018.
Prioritas program, lanjut Mustofa, sesuai arah PSBI (Pilar Sinergi BUMN Indonesia) 2020 adalah program peningkatan SDM unggul, program pemberdayaan UMKM, program penguatan pariwisata dan pelestarian budaya, program penguatan pengembangan ekonomi syariah, program pengembangan ekonomi dan keungan digital serta pogram kepedulian sosial.

"Keenam program tersebut tentu harus dibarengi dengan peningkatan kualitas diri," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Bank Indonesia, Iis Safitri Hafid, menjelaskan, tugas Bank Indonesia (BI) adalah menjaga kestabilan nilai rupiah baik sisi internal maupun eksternal.
"Adapun sisi internal adalah nilai rupiah terhadap harga-harga barang disebut sebagai inflasi. Sedangkan dari sisi eksternal adalah nilai rupiah dikaitkan dengan harga barang di luar negeri atau disebut dengan nilai tukar," jelasnya.
Ia menambahkan, target inflasi yang harus dijaga yakni plus minus tiga persen
"Agar harga tidak naik lebih dari tiga persen tetapi tidak juga lebih dari tiga persen," tambah Iis.
Adapun Kepala Humas Bank Indonesia, Adhi Nugroho, mengatakan, upaya BI dalam mengendalikan inflasi mempunyai lima kebijakan yang di kenal dengan pandawa lima.
Pandawa lima itu ialah pemenuhan keterdesiaan pasokan, pembentukan harga terjangkau, pendistribusian pasokan aman dan lancar, perluasan akses informasi dan edukasi masyarakat serta protokol manajemen lonjakan harga.
"Pandawa lima harus tetap dijaga demi kesejahteraan bersama", tandasnya.
(Yan/Sid)