Respon Aspirasi SEMA DEMA, Rektor Adakan Audiensi Bersama


KAMPUS, PARIST.ID – Menanggapi surat audiensi SEMA DEMA IAIN Kudus yang dilayangkan minggu lalu, Rektor beserta para pimpinan IAIN Kudus menerima dan bersedia menggelar audiensi tertutup. Bertempat di Gedung Rektorat Lantai 2, acara yang berlangsung mulai pukul 11.00 – 13.00 WIB ini berjalan kondusif dan menghasilkan beberapa keputusan yang telah disepakati bersama.

Dalam audiensi yang dipandu oleh Warek III ini, empat tuntutan utama yang disampaikan SEMA DEMA telah menemui titik terang. Adapun hasil audiensi yang telah disepakati diantaranya, permohonan keringanan UKT telah disetujui dan akan diedaran SK Rektor, KKN-IK DR akan mendapatkan dana pendampingan dan peniadaan jas KKN, perancangan perkuliahan yang efektif dan efisien dan  jas almamater angkatan 2019 yang belum bisa diproses karena masih ada ratusan mahasiswa belum mengisi borang ukuran jas di sikadu.

Dalam audiensi tersebut, Rektor IAIN Kudus, Mundakir, mengatakan, setiap pemasukan dan pengeluaran anggaran harus ada dasar hukum yang tidak bisa ditawar, termasuk dalam hal UKT. Sudah ada KMA terkait keringanan UKT, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

"Jika tidak ada dasar hukum maka akan bermasalah, karena setiap tahun akan diaudit oleh BPK," jelasnya.

Adapun, Wakil Rektor III, Supaat. menyatakan, seluruh aspirasi dari mahasiswa akan dipenuhi, dengan syarat dan ketentuan berlaku. Ia hanya menyayangkan ada pihak tak bertanggungjawab yang memprovokasi dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang tidak benar. 
"Sangat tidak simpati, karena provokatif dan tidak mahasiswa," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sema, Rosyda Aulia Rahma, mengaku, meskipun hasil tidak sama persis dengan tuntutan, ia senang dapat berdiskusi dan mencari solusi yang tepat untuk kemaslahatan bersama.

"Kami tidak hanya menuntut, tetapi juga berdiskusi dan berfikir bareng-bareng," ungkapnya.

Untuk tuntutan lain, lanjut Rahma, yang belum terjawab masih dikomunikasikan dengan pimpinan. "Informasi atau apapun yang belum jelas dapat ditanyakan pada kami," pungkasnya. (Hasyim)