Iklan

Pembelajaran Jarak Jauh Diperpanjang, Sinergi Guru dan Orang tua Harus Dikuatkan

parist  id
Rabu, Januari 13, 2021 | 08:02 WIB

Sumber foto: freepik.com


Oleh: Dhea Oktavia*

Perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh menjadi tantangan tersendiri bagi guru dan orang tua. Pasalnya selain bertugas membimbing dan menjaga semangat belajar anak, kesehatan mental anak menjadi hal yang tidak boleh dikesampingkan. Sinergi antara guru dan orang tua sudah semestinya untuk dikuatkan.

Angka penularan Virus Covid-19 yang semakin tinggi di awal tahun 2021 menuntut semua kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara daring. Berbagai sekolah yang telah menyatakan kesiapannya untuk menggelar pembelajaran tatap muka, terpaksa mengurungkan niatnya demi menekan angka penularan Covid-19. Mengaca pada implementasi Pembelajaran Jarak Jauh Semester lalu, sampai saat ini masih banyak menuai kritik dan argumen dari berbagai pihak.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang direncanakan hanya sampai akhir tahun 2020 dapat dipastikan akan diperpanjang pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Hal ini mengingat masih masifnya angka penyebaran Covid-19 di berbagai daerah sehingga sekolah-sekolah belum berani  menerapkan pembelajaran tatap muka. 

Padahal, sebelumnya Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah memperbolehkan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran tatap muka, setelah memenuhi syarat yang ditetapkan. Melalui kanal Youtube Kemendikbud, Jumat (20/11/2020), Nadiem menyampaikan sekolah dapat menerapkan pembelajaran tatap muka setelah memperoleh izin dari tiga pihak, yakni Kepala Sekolah, Pemerintah Daerah dan orang tua murid melalui Komite Sekolah. Pernyataan ini tentunya disambut gembira utamanya oleh orang tua dan siswa yang mengeluhkan tidak optimalnya pembelajaran jarak jauh karena berbagai aspek, seperti akses internet yang minim, kejenuhan belajar di rumah, ketidakpahaman materi pelajaran, dan minimnya penguasaan IT sebagian wali murid. 

Nihil, harapan diberlakukannya pembelajaran tatap muka pada semester genap ini terpaksa diurungkan, mengingat angka kasus Covid-19 yang semakin meningkat hingga mencapai 722 ribu kasus. Dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan semua pihak, Pemerintah memutuskan untuk menunda pembelajaran tatap muka dan memperpanjang pelaksanaan PJJ. 

Tantangan Guru

Bagi guru sendiri, perpanjangan PJJ ini justru menjadi tantangan yang berat. Jika guru tidak dapat mengoptimalkan PJJ ini, maka bukan tidak mungkin guru akan mendapat cemoohan dan kritikan dari orang tua murid. Maka, mau tidak mau guru harus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan keefektifan PJJ ini. Adapun dalam memaksimalkan PJJ ini, guru dapat meningkatkan kualitas guru itu sendiri, peningkatan proses pembelajarannya, maupun peningkatan pada media yang digunakan.  

Terkait hal ini, guru dapat mengikuti wokshop atau pelatihan yang menunjang penguasaan IT sehingga semua guru dapat melaksanakan PJJ dengan baik. Penerapan blended learning yang mengkombinasikan pembelajaran tatap muka dengan PJJ sehingga anak tidak bosan dan jenuh di rumah. Peningkatan media seperti pembuatan video yang interaktif dan menyenangkan, penggunaan aplikasi belajar yang diikuti pemahaman baik siswa maupun orang tua. 

Libatkan Orang tua 

Tidak dapat dipungkiri, perpanjangan PJJ ini, seakan menambah beban orang tua. Para orang tua yang biasanya bekerja atau mengurus pekerjaan rumah harus membagi waktunya untuk mendampingi anaknya belajar. Belum lagi kondisi ekonomi keluarga yang berbeda-beda, dapat berdampak pada tidak teraturnya jadwal belajar anak di rumah.

Kendati demikian, tak serta merta semua beban guru dalam mendidik anak dilimpahkan ke orang tua. Guru tetap bertugas memantau proses belajar anak lewat perantara orang tua. Sehingga yang paling ditekankan pada PJJ ini adalah bagaimana anak dapat belajar dan memahami kondisi pandemi, guru tidak boleh hanya terpaku pada hasil belajar anak.

Karenanya, kerjasama dan kesiapan setiap orang tua sangat dibutuhkan. Kedua belah pihak harus saling pengertian, demi terciptanya pembelajaran yang efektif dan memuaskan. Di satu sisi guru harus berusaha memaksimalkan media dan materi yang diberikan kepada siswa, meskipun secara daring. Di sisi lain orang tua juga harus siap menemani belajar dan menjelaskan materi pelajaran yang belum dipahami anak. 

Selain tanggung jawab tersebut, orang tua juga wajib memberikan pemahaman kepada anak pentingnya membiasakan perilaku 3M (mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker). Orang tua juga harus memperhatikan kondisi psikologis anak selama PJJ, memberikan apresiasi ketika selesai belajar, atau membolehkannya bermain setelah menyelesaikan tugas. Hal ini akan sangat membantu untuk mengurangi stres dan kejenuhan anak. Sehingga tidak ada lagi kasus-kasus bunuh diri akibat pembelajaran online, atau stres karena saking banyaknya tugas dari guru.

*Penulis adalah Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Semester Tiga

 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pembelajaran Jarak Jauh Diperpanjang, Sinergi Guru dan Orang tua Harus Dikuatkan

Trending Now

Iklan