Iklan

Nguri-Nguri Budaya, Pemdes Megawon Wajibkan Sekolah Pelajari Tari Bun Ya Ho

parist  id
Kamis, Maret 25, 2021 | 10:01 WIB
Foto: Istimewa


Kudus, parist.id - Tari Bun Ya Ho menjadi salah satu warisan budaya di Desa Megawon yang terancam punah. Minimnya minat pemuda terhadap tarian ini membuat pemerintah desa berencana mewajibkan setiap sekolah untuk mempelajari Tari Bun Ya Ho.

Hal ini disampaikan oleh Erwin, Ketua TP. PKK Desa Megawon yang merupakan fasilitator dan motivator agar tarian ini tetap menjadi kekayaan budaya Desa Megawon. Erwin mengatakan pemerintah desa sudah mengagendakan rencana ini usai pandemi berakhir.

”Sudah diagendakan, tiap sekolah wajib mengajarkan tari ini kepada siswanya,” katanya saat dihubungi lewat WhatsApp.

Rencana ini, lanjut Erwin, bertujuan untuk nguri-nguri budaya dan Tari Bun Ya Ho agar tidak punah.

"Sebagai upaya untuk nguri-nguri budaya asli desa dan tidak hilang lagi ditelan masa," jelasnya.

Erwin merasa prihatin, karena selama pandemi ini sanggar seni budaya yang dibentuk tahun 2018 untuk menghidupkan kembali Tari Bun Ya Ho terpaksa vakum. Sehingga latihan rutinan yang seminggu sekali dilakukan di aula balai desa Megawon harus dihentikan.

Tidak jauh berbeda, Zaenuri, Kepala Urusan Perencanaan Desa Megawon mengatakan vakumnya tari ini juga dikarenakan tidak ada generasi penerus yang melestarikannya. 

"Tidak ada generasi, apalagi sekarang sedang pandemi" ucapnya saat ditemui tim parist.id.

Zaenuri menambahkan bahwa Pemerintah Desa Megawon bersama tim revitalisasi nantinya akan membuka grup Tari Bun Ya Ho khusus laki-laki.

“Jadi setelah pandemi, kami berencana membuka grup tari khusus laki-laki," terangnya. (Alfia,Rina/Magang)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Nguri-Nguri Budaya, Pemdes Megawon Wajibkan Sekolah Pelajari Tari Bun Ya Ho

Trending Now

Iklan