Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Parade Puisi Mendedah Jumari, Sosok Sastrawan Yang Menginspirasi

parist  id
Senin, Januari 31, 2022 | 13:34 WIB

 

Pembacaan puisi salah satu pemenang Sayembara baca puisi "Tembang Puisi Untuk Jumari" di lapangan basket Universitas Muria Kudus, Sabtu (29/01). (Foto : Minan/Paragraph) 

Kudus, parist.id – Untuk menghormati dan mengenang kembali sosok Jumari Hs yang merupakan sastrawan sekaligus penyair asli Kudus, Panitia Penerbitan Tembang Puisi Bagi Jumari menggelar "Sayembara Baca Puisi dan Parade Puisi Mendedah Jumari". Kepanitiaan yang terdiri dari Mukti Sutarman Espe, Sosiawan Leak, Jimat Kalimasada, dan Tiyo Ardianto menggelar agenda tersebut dalam rangka kegiatan pamungkas serta pembubaran penerbitan tembang Puisi Bagi Jumari. Bekerjasama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muria Kudus, agenda tersebut terbuka untuk umum pada Sabtu, (29/01/2022).

Malam puncak agenda Parade Puisi Mendedah Jumari, dihadiri 10 penyair yang membacakan puisi serta berdiskusi mengenang sosok Jumari Hs, diantaranya Ardi Susanti, Aris Kalm, Bin Subiyanto M, Jimat Kalimasadha, Mohammad Kanzunnudin, Mukti Sutarman Espe, Nujumulallaily, Rohadi Noor, Sosiawan leak, dan Tiyo Ardianto. Turut membersamai juga segenap tamu undangan Reyhan M. Abdurrohman, Sri Subekti Astadi, Ima YA, Toto Suharto, Yani Al-Qudsy, Aditya G. Erlangga, dan para pemenang Sayembara Baca Puisi Tembang Puisi Bagi Jumari bertempat di Lapangan Basket, Universitas Muria Kudus.

Ketua Panitia sekaligus moderator, Tiyo Ardiyanto mengungkapkan bahwa sosok Jumari Hs bagaikan telaga dan mata air yang dapat menginspirasi banyak orang. Dibuktikan ada 100 lebih Penyair Asia Tenggara yang berkenan menulis buku “Tembang Puisi Bagi Jumari” yang telah diluncurkan dengan khidmat di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, pada 26 November 2021 bersama Yayasan Hari Puisi Indonesia. 

“Jumari dikenal baik sebagai manusia dan juga sebagai penyair yang mampu menginspirasi banyak orang. Puisinya seringkali dimuat banyak media, sehingga banyak orang mengenalnya,” ungkap Tiyo.

Salah seorang penyair, Rohadi Noor menyatakan bahwa ia merupakan salah satu saksi hidup yang menemani perjuangan hidup Jumari Hs. Ia mengungkapkan bahwa Jumari adalah sosok pahlawan sastra untuk Kota Kudus. 

“Saya menemani banyak hal termasuk air mata Jumari yang penuh perjuangan, tidak pernah menyerah. Ia sempat menjadi buruh di pabrik rokok kudus sebelum mencapai puncak sebagai seorang penyair,” Ungkap Rohadi.

Pada agenda malam ini juga diumumkan para pemenang Sayembara Baca Puisi yang telah ditentukan tiga juri, yakni Mukti Sutarman Espe, Sosiawan Leak, dan Moh. Kanzunudin. Dari 45 peserta sayembara baca puisi, tercantum 5 pemenang diantaranya Juara 1 diraih oleh Sabda Linangkung Janma dari Semarang, Juara 2 oleh M. Sulkhan dari Kendal, Juara 3 oleh Diah Erimaya Putri dari salatiga, Juara 4 oleh Bagus Prasetyo dari Semarang, dan Juara 5 oleh Nafisah Khoiriyah dari Banyumas.

Dapat meraih juara pertama, Sabda Linangkung mengungkapkan bahagianya bisa mengikuti lomba baca puisi secara langsung (offline). Menurutnya, semenjak adanya pandemi covid 19 banyak agenda lomba yang diselenggarakan secara daring (online) sehingga terasa kurang berkesan. Ia menceritakan, dapat menyukai dunia sastra berawal dari ayahnya (Mulyana) yang juga seorang penyair.

“Saya mulai mengikuti lomba baca puisi sejak kelas 1 SMA, dan alhamdulillah sering memenangkan lomba. Untuk tokoh sastrawan yang saya kagumi yakni ayah saya sendiri yang juga seorang penyair,” Ungkap Sabda yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Sementara itu, M. Sulkhan yang mendapatkan juara 2 merasa bersyukur atas perjuangan keras dan doa yang dipanjatkan. Menyukai dunia sastra sejak masih Sekolah Dasar (SD), ia mengungkapkan untuk bisa membaca puisi itu bukan hal yang instan, ada banyak proses latihan yang dilalui. 

“Panjang sekali  prosesnya, seringkali saya gagal akan tetapi saya tidak pernah menyerah dan selalu bangkit dan berani mencoba lagi. Dulu suara saya belum begitu keras, belum begitu lantang seperti sekarang,” kata Sulkhan yang pernah menempuh pendidikan di Universitas PGRI Semarang. 


Reporter : Mirna, Astuti 
Editor : Redaksi

 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Parade Puisi Mendedah Jumari, Sosok Sastrawan Yang Menginspirasi

Trending Now