Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Diskusi Bedah Majalah, Narasumber Kupas Bidikan Utama tentang Flora Muria

parist  id
Sabtu, Maret 26, 2022 | 21:58 WIB
Diskusi bedah majalah di Lapangan Kampus Timur IAIN Kudus, Jum'at (25/03/2022)

PARIST.ID, Kampus – Majalah Paradigma edisi 36 dengan tema “Merawat Lokalitas Flora Muria” menjadi topik diskusi sore yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma. Mengupas isi bidikan utama, acara bedah majalah dihadiri oleh direktur Muria Research Center (MRC) Indonesia, aktivis mahasiswa dan umum bertempat di Lapangan Kampus Timur, Jum’at (25/03/2022).

Pimpinan Redaksi LPM Paradigma tahun 2021, Hasyim  Asnawi memaparkan majalah ini mengangkat potensi alam gunung Muria yaitu flora lokal Muria dengan fokus tiga bidikan penting yakni segi ekologis, geliat ekonomi, dan upaya konservasi. 

Ia mengatakan ada banyak jenis flora lokal Muria selain parijotho yang telah dikenal masyarakat luas. Salah satunya pohon pranak, selain menjadi pagar gunung hutan Muria pohon pranak juga ditumbuhi jamur merah pada batangnya. 

"Pohon pranak bisa menghasilkan jamur merah yang harganya cukup mahal sekitar 100 ribu hingga 200 ribu per kilogramnya. Karena jamur merah hanya tumbuh saat musim kemarau lembab dan rasanya seperti daging ayam makanya biasa disebut chicken of the wood," jelas Hasyim.

Direktur Muria Research Center (MRC), Mochamad Widjarnako menjelaskan bagaimana perilaku masyarakat Muria dalam mengolah potensi alamnya. Masyarakat Muria selalu mengemas tanaman lokal dengan cerita mitos yang telah turun-temurun dipercayai. 

Sehingga membuat masyarakat lain tertarik dan ingin membuktikan mitos tersebut. Seperti mitos parijotho yang apabila dikonsumsi sebagai ikhtiar dapat mempermudah memiliki anak, anaknya tampan dan cantik dan sebagainya. 

 “Mitos oleh masyarakat tentang tanaman parijotho menjadikan tanaman tersebut sebagai kearifan lokal dan kemudian menjadi terkenal,” terangnya. 

Dosen Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) tersebut mengatakan Muria termasuk hutan lindung terbatas, hanya sepuluh orang yang memiliki kebun parijotho. Selain itu Muria juga memiliki hutan dengan kualitas yang bagus terletak di daerah Colo. Banyak tanaman lokal yang dibudidayakan dan dicari masyarakat luar daerah.

"Di Colo ada anggrek yang sudah di-import ke Bali kemudian dibudidayakan di sana, jadi dari Colo ada produk yang sudah sampai ke luar Jawa,” ungkap Widjanarko.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Paradigma tahun 2016, Yaumis Salam berpendapat informasi bidikan utama yang disajikan dalam majalah sudah umum diketahui banyak orang. Ia berpesan untuk melakukan observasi  dan mengkaji lebih matang sebelum menentukan bidikan.

“Harus ada data baru yang belum diketahui orang banyak,” pesannya.

Reporter: Inna, Eka
Editor: Muna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diskusi Bedah Majalah, Narasumber Kupas Bidikan Utama tentang Flora Muria

Trending Now