Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Adakan Konsorsium, Prodi PPI Tanggapi Konflik Ukraina dan Rusia

parist  id
Kamis, Maret 24, 2022 | 21:03 WIB

Konsorsium prodi Pemikiran Politik Islam. (Foto : Ichsan/Paradigma)


PARIST.ID, Kampus – Program Studi (Prodi) Pemikiran Politik Islam (PPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Kudus mengadakan Konsorsium menganalisis sikap Moderat Indonesia terhadap konflik Rusia dan Ukraina. Konsorsium berlangsung di Ruang Meeting FDKI dan melalui virtual zoom meeting serta streaming YouTube "Seminar Fakdakomi IAINku", Rabu (23/03/2022). 

Turut hadir memberikan pengantar Konsorsium PPI, yakni Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Dr. Masturin, M.Ag., Pembicara I Novian Uticha Sally, M.A., Pembicara ll Umi Qodarsasi, M.A., yang dimoderatori oleh M. Nur Rofiq Addiansyah M.A,.

Pembicara sekaligus Dosen Prodi PPI, Novian Uticha Sally menyatakan pendapatnya, bahwa pemerintah Indonesia dalam menghadapi Konflik Rusia dan Ukraina cenderung bersikap netral. Pemerintah Indonesia seakan tidak berpihak kepada Rusia atau Ukraina yang tengah berselisih. Namun sementara itu, pemerintah Indonesia terlihat berpihak pada konflik yang terjadi pada Israel dengan Palestina. 

“Saat ini Pemerintah Indonesia hanya menyuarakan dukungan untuk menghentikan perang. Sedangkan pada konflik Israel dan Palestina, Indonesia secara terang-terangan memberi bantuan dan dukungan kepada Palestina,” ungkapnya.

Ia memaparkan jika dilihat dalam analisis kebijakan luar negeri, Indonesia termasuk dalam Perspektif Realisme. Diantaranya pada kebijakan Pemerintah Indonesia dalan tiga unsur, Pertama yakni groupism, adanya kecenderungan antara blok barat dan blok timur. Kedua Egoism, mengedepankan kepentingan masyarakat sendiri. Ketiga powerhcentrism, kestabilan dan kekuasaan.

Menurut Novi, saat ini Rusia telah memiliki kekuatan perang nuklir terbesar. Maka sikap moderat yang diterapkan pemerintah Indonesia merupakan langkah terbaik. Demikian hal itu membuat Indonesia tidak perlu khawatir akan adanya ancaman dari pihak Rusia maupun pihak Ukraina.

“Sikap netral Negara Indonesia juga selaras dengan asas politik luar negeri Indonesia (bebas aktif), bahwa Indonesia tidak memiliki keterikatan dalam memihak,” ungkap Dosen PPI itu.

Sementara itu, Pembicara kedua, Umi Qodarsasi mengatakan terdapat dua hal sebagai penyebab konflik Ukraina dan Rusia yang terjadi saat ini. Pertama, konflik saat ini tidak terlepas dari cita-cita lama Rusia untuk mengembalikan kejayaan Uni Soviet, hal tersebut berdasarkan pernyataan Prof. John J. Marsheimer.

“Rusia berambisi untuk meletakkan Ukraina tetap dalam kendalinya,” jelasnya.

Kemudian adanya ekspansi dari North Atlantic Treaty Organization (NATO) ke bagian timur Eropa. Ekspansi tersebut merupakan ancaman karena negara-negara anggota NATO mulai mendekati wilayah Rusia. Sebagai bentuk pertahanan diri, Rusia mulai mengadakan latihan militer di wilayah perbatasan Ukraina.

“Latihan militer Angkatan Darat Rusia dilakukan di Belarus sedangkan Angkatan Laut Rusia di wilayah Laut hitam,” katanya.


Reporter : Ichsan
Editor : Mirna

 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Adakan Konsorsium, Prodi PPI Tanggapi Konflik Ukraina dan Rusia

Trending Now