Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Webinar Jendela Puisi Ulas Soal Teori Kepenulisan Puisi

parist  id
Minggu, Maret 27, 2022 | 22:02 WIB

 

Pemaparan materi kepenulisan puisi oleh Arif Khilwa. (Foto : Silvia/Detik)


PARIST.ID, KUDUS – Komunitas Jendela Puisi Kudus menggelar Webinar literasi bertema "Mengulik Inspirasi Menulis Sastra". Acara berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting, Minggu (27/03/2022).

Bersama pemateri Arif Khilwa, penyair dan penulis asal Pati, Jawa Tengah. Pada kesempatan itu, Arif memaparkan berbagai teori terkait kepenulisan puisi.

"Sebenarnya tidak ada teori yang baku dalam kepenulisan puisi, karena setiap penyair pasti memiliki teori yang berbeda-beda," paparnya.

Menurut Arif, dalam proses kreatif menulis puisi, setiap orang akan menemukan teorinya sendiri. Menulis puisi, sambungnya, dapat menggunakan rumus M3 + M3.

"Membaca, membaca, membaca lalu menulis, menulis, menulis. Menulis itu sebuah keterampilan yang harus melalui sebuah proses, sehingga menjadi suatu kebiasaan," jelasnya.

Ide dalam menulis puisi bisa berasal dari mana saja. Arif menyebut, ide kreatif dapat berasal dari peristiwa, fenomena atau momentum tertentu. Setelah ide itu didapatkan, Arif melanjutkan, ide kemudian dikuatkan kembali melalui pengalaman, pengetahuan, pemikiran, keterampilan, dan imajinasi dari seorang penulis puisi. 

“Ide itu tidak perlu dicari, tapi ide itu ditemukan”, jelasnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan sebuah puisi dalat dikatakan menarik jika ada konflik atau masalah di dalamnya. Selain itu, dalam menulis puisi juga dianjurkan untuk memperkaya kosakata dan memperbanyak membaca.

"Dari membaca, kita dapat menemukan sebuah ide baru yang akan dipertimbangkan. Menimbang ide berhubungan dengan sasaran pembaca kita," imbuhnya.

Arif berpesan kepada peserta webinar agar tidak takut untuk berkarya dan menulis. Sebab, kata Arif, menulis membutuhkan keberanian.

“Sepintar apapun kita, ketika kita tidak mau menulis maka kita akan hilang dari zaman. Menulis adalah pekerjaan menuju keabadian," ungkapnya.

Mendengar pemaparan Arif, salah satu peserta webinar, Maulana Ahmad Zaenal, mencoba mengungkapkan teorinya terhadap puisi. Menurutnya, menulis puisi itu yang terpenting dari hati.

"Di samping itu, kita tetap harus patuh kaidah penulisan seperti KBBI dan EYD," ujarnya.

Reporter: Silvi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Webinar Jendela Puisi Ulas Soal Teori Kepenulisan Puisi

Trending Now