Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Stok Minyak Menipis, Pedagang Harap Pemerintah Peduli

parist  id
Selasa, April 12, 2022 | 09:30 WIB
Pedagang sembako di pasar Brayung Mejobo Kudus. (Foto: Istimewa)

PARIST.ID, Kudus – Stok minyak goreng kemasan di Pasar Brayung Mejobo, Kudus terpantau langka. Pedagang mengeluh dengan harga minyak goreng yang melambung tinggi, hingga menyebabkan tidak mendapat pasokan dari pusat, Sabtu, (12/03/2022).

Salah satu pedagang sembako, Eni Saputri (45) menyadari kenaikan harga minyak goreng telah terjadi sejak akhir 2021 hingga sampai saat ini belum terselesaikan. Harga minyak yang awalnya hanya sebesar Rp14.000 per liter, sekarang melonjak hingga Rp24.000 per liter. Minyak goreng menjadi langka hingga ia tidak mendapat pasokan minyak dari pusat.

“Sudah beberapa minggu ini kosong, pernah dapat (minyak goreng) sekali, tapi cuman dapat dua karton. Kalau ada stok ya dijual kalau tidak ada ya mau bagaimana lagi,” ungkapnya pasrah.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Anifah (57), sesama pedagang sembako. Menurutnya, kelangkaan minyak goreng bisa saja dimanfaatkan oleh distributor untuk mengambil keuntungan. Sebab distributor seringkali menawarkan barang yang tidak terlalu laku kepada pedagang sebagai syarat pembelian minyak goreng. 

“Tiap kali membeli minyak goreng pasti diharuskan membeli barang lain, seperti sabun, tepung, minyak angin, dan lain-lain,” terangnya.

Kelangkaan minyak goreng juga berdampak pada penjual makanan. Penjual molen, Miftahul Huda (26) yang dulunya dapat menghasilkan keuntungan sebesar 40-50% dari berjualan molen, sekarang hanya bisa meraup keuntungan sebesar 20%.

“Kalau dihitung-hitung lagi, jelas keuntungan saya menurun. Tapi kalau harga molen saya naikkan nanti pembelinya yang berkurang,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, banyak diantara pedagang di Pasar Brayung berharap pemerintah dapat dengan segera mengatasi permasalahan tersebut. 

“Saya berharap harga minyak goreng dan stoknya bisa kembali normal, agar penghasilan kembali stabil,” ungkap Miftah.

Reporter: Ata, Afifah
Editor : Mirna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stok Minyak Menipis, Pedagang Harap Pemerintah Peduli

Trending Now