Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger Templates

Upaya Pengembangan BUM Desa Jetiskapuan Melalui Branding Budaya

parist  id
Jumat, September 30, 2022 | 21:49 WIB
 
Riyan Andni memberikan kenang-kenangan kepada Iqbal Faza yang telah menjadi pemateri. Foto : Istimewa 


PARIST.ID, Kudus - Mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus bekerjasama dengan Badan Usaha Milik (BUM) Desa Jetiskapuan mengadakan Seminar Pengolahan dan Pengembangan BUMDes. Seminar berlangsung di Gedung PKK pada Kamis, (29/09/2022).

Direktur BUMDes, Agus Purwanto bercerita, terdapat tiga sektor usaha, yaitu Umbul Air Minum, PDAM, dan Sampah yang masih perlu untuk dikembangkan. Usaha Desa ini telah berjalan hampir tiga bulan dan masih banyak yang perlu dibenahi.

Dosen Politeknik Rukun Abdi Luhur (Poltekun), Muhammad Iqbal Faza selaku pemateri memaparkan Produk Umbul Air dapat ditingkatkan nilai ekonomisnya dengan treatment. Salah satu yang bisa dijadikan branding produk yaitu historical story nya.

"Fungsi BUMDes selain meningkat nilai perekonomian desa, juga punya tanggungjawab meningkatkan nilai kebudayaan yang dinarasikan sebagai branding produk," kata Iqbal.

Iqbal mengingatkan, dalam bisnis sumber daya, air sebagai sumber kehidupan harus memikirkan terkait konservasinya. Jangan sampai nilai jualnya mengakibatkan kerusakan eksploitasinya.

Terkait masalah sampah dalam hal pengolahannya, Iqbal menekankan yang perlu ditingkatkan dan menjadi poin utamanya adalah kesadaran warganya untuk bisa memilah sampah. Dengan begitu sistem yang akan dibuat sebagai alat penyokong teknisnya lebih mudah untuk dijalankan.

"Buat aturan mainnya, strategi jangka menengah atau panjang, 
10 - 20 tahun. Jika produk dari Umbul Air bisa diproses sampai jadi produk air siap minum, kemudian bisa diedarkan dalam bentuk kemasaan butuh waktu dan perencanaan yang matang melalui beberapa tahapan," terang Iqbal.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Riyan Andni, berharap dengan adanya acara ini BUMDes bisa menjadi sumber penghidupan warganya sesuai yang tertuang dalam UU RI Nomor 6 Tahun 2014.

"Kami dan juga teruntuk mahasiswa KKN-IK bisa belajar bersama supaya ilmunya bisa diterapkan ketika pulang ke desa masing-masing," kata Riyan.

Kepala Desa, Sudirno menekankan ketika para mahasiswa telah menyelesaikan pengabdiannya di desa Jetiskapuan bisa terus bergerak untuk memajukan desa asalnya.


Reporter: Minan
Editor : Mirna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Upaya Pengembangan BUM Desa Jetiskapuan Melalui Branding Budaya

Trending Now